Apa bedanya nyaman dan sayang?

Nyaman.
What does it means?

“Nyaman adalah berbagi waktu tanpa perlu merasa canggung. Nyaman adalah menikmati keberadaan masing-masing, walau yang dapat kami berikan kepada satu sama lain hanyalah kehadiran itu sendiri. Nyaman berarti tidak perlu meminta maaf saat lengan kami bersenggolan secara tak sengaja, merokok dalam mobil dan bebas mengutak-atik stereo tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Nyaman adalah meneleponnya tanpa alasan, hanya karena ingin mengobrol, atau karena ada film baru yang ingin kutonton tapi tidak punya teman untuk diajak. Rasa ini tidak perlu dilabeli, diartikan, atau dianalisa.” ( dikuti dari Melbourne: Rewind-nya Winna Efend)

sedikit bersinggungan dengan definisi di atas,
Ketika saya betah ngobrol ngalur ngidul berjam-jam. Dan menaati peraturan no gadget while we are chatting, maybe that’s define as nyaman.
Karena sesungguhnya ketika nyaman maka kita (esp. Saya) akan bebas berekspresi dan ngomong apa adanya.

saya nggak merasa terkekang buat cerita seborok-boroknya saya, kasih muka se-jelek-jeleknya saya, makan es krim se-cemot-cemotnya saya, karena balasan dan celetukan dari dia nggak akan pernah bikin makan hati :p
ya kan?

terus, kalo sayang?
Sayang.
What does it means?

“Sayang umumnya didefinisikan sebagai rasa yang tulus, bukan hanya sekedar rela dan juga siap melepas seseorang yang anda sayang dengan pertimbangan bahwa orang tersebut akan lebih bahagia. Sayang juga relative mendekati cinta karena sayang muncul karena adanya sesuatu dari diri seseorang sehingga akan membuat anda sayang terhadap orang tersebut. Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa sayang belum tentu cinta dan cinta sudah pasti sayang” (dikutip dari http://apaperbedaan.blogspot.com/2013/07/perbedaan-cinta-dan-sayang.html)

Buat saya sayang lebih tinggi maknanya dari nyaman atau suka.
Nggak jauh berbeda dari definisi di atas, kararena sayang (konon dari banyak hal yang saya amati) bisa bikin seseorang melakukan apa saja (pret) demi orang yang dia sayang, asal orang yang dia sayang ba-ha-gi-a hahaha.

menurut saya,
ketika seseorang ada di sekitar kita berlandaskan sayang, maka ketika perasaan nyaman sudah hilang, dia akan menghilang.
sebaliknya, ketika seseorang merasa sayang, mau dibuat nyaman ataupun tidak, dia akan tetap bertahan.
that’s the difference.
yang lebih oke dari sebuah sayang kalo dibandingkan dengan nyaman,
ketika kamu sudah tidak lagi dengan dia, tapi nama dia masih ada dalam doa-mu (sekedar mendoakan supaya dia bertambah baik), mungkin itu yang bisa disebut sayang,

iya nggak?

nyaman terkadang membuat kamu terkungkung melulu sama dia, sampai kamu lupa kalo diri kamu sendiri perlu berkembang.
sayang bikin kamu pengen maju bareng, karena kamu tau ada yang harus diperjuangkan nantinya, berdua.

iya nggak?

dan seharusnya, kalo kamu sayang, kamu nggak akan pernah termakan gengsi dan materi,
karena sayang itu tulus, nggak ada bumbu lain selain percaya yang akhirnya saling kirim energi positif.

jadi, udah ketemu yang sayang?
selamat malam sabtu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *