belajar membatik #onemonthonetrip

coming back with another #onemonthonetrip series. bulan september yang bikin kantong jebol dan otak panas, nggak bikin sempet manusia bernama elleriz aisha bepergian keluar kota karena lelah dan dompet tipis.
oleh karenanya, sebagai anak yang inovatif dan efektif saya mencari alternatif #museumtrip tapi yang bukan sekedar jalan-jalan, harus ada ilmunya!
😀
menyambut hari batik nasional, saya putuskan menuju muesum tekstil di jakarta barat.

sesampai pintu masuk depan (beneran depan banget loh bukan loket-loket gitu, semacam loket parkir lah) kita ditanya sama beberapa orang yang jaga disana, tujuannya kesana, terus kalo bawa kendaraan diarahin ke suatu tempat parkir.
karena tujuan saya waktu itu mau “membatik” jadi biaya tur museum-nya free, saya harus membayar Rp 40k. beneran #oenmonthonetrip termurah sih ini. sekaligus terninovatif.
tempat membatik ada di paling belakang dari rangkaian museum ini, jadi otomatis akan melewati beberapa bangunan dari yang museum, tempat jualan, taman-taman, mushola, sekaligus kantin.

sesampainya di lokasi belajar membatik, saya disambut oleh tutor batiknya yang kemudian mengarahkan ke tempat berbagai gambar yang bisa dijadikan design.
kemudian setelah memilih design yang akan saya buat, saya menggambar di atas meja berlampu.
setelahnya, tutor akan memanaskan lilin dalam tungku yang bakal digunakan.
tutor saya ini baik sih, bapak-bapak,. beliau tanya background saya dan kenapa belajar membatik.
terus beliau juga memacu saya untuk lebih eksplor gambar yang saya buat, nggak sekedar ngecap punya museum tekstil aja tapi juga memaksa saya berpikir kira-kira gambar apa lagi ya yang bisa ditambahin.
jadi ternyata proses membatik nggak sekedar gambar pake pensil terus di-lilin, lilin yang dibuat aja ada kriteriany. harus tebal, kalo nggak sih katanya warnanya bisa masuk ke dalam gambar (beneran sih hasil batikan saya kaya gitu T.T)

kemudian, setelah dirasa tebal lilinnya,
saya diajarin tahap tahap pewarnaan. oiya kenapa batikan saya ada framenya lucu gitu karena sama tutor saya dikasih parafin supaya nggak ikut kena warna.
tahap pewarnaan pertama ada dicelupkan dalam air bening, kemudian air kedua adalah air bening lagi sebenernya (tapi sudah nggak bening lagi, ini semacam proses pewarnaan pertama karena warnanya yang sudah ke-merah-merah-an).
tahap selanjutnya barulah beneran dimasukin warna merah. (btw saya mau mewarnainya pake warna ungu, jadi nanti merah dan biru dicampur, fyi, karena baru belajar jadi warna yang ada hanya warna basic)
setelah dari pewarnaan merah, kembali lagi ke air bening, kemudian air yang tadinya bening namun berubah warna, dan barulah ke warna biru.
DAN JADILAH WARNA UNGU! AMAZING!

setelah jadi warna ungu, kemudian kain ditaruh dalam panci besar yang sudah diisi air mendidih dan barulah dijemur.
dan terlihatlah batikan ala ala aicha.
karena ini pertama kalinya, saya mengampuni diri saya sendiri atas hasil yang masih pas-pas-an.
ada niatan nanti di belajar mbatik yang kedua harus bisa represent batik khasandy lah ya 😀

anw, selamat hari batik nasional (yang terlambat) dan selamat ulang tahun batik khasandy.
jangan lupa tetap bangga pakai batik!
:))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *