doa orang tua dan turun tangan semesta

“lagi sibuk apa e nak, kok kerjaannya banyak?”

“nggak sih ma, sekarang dapet tugas baru bikin semacam master plan gitu tapi 3 sektor”
“wah asik dong, belajarnya makin banyak, kaya pengennya mama dulu ambil s3 ekonomi syariah, malah kamu yang belajar”
percakapan mama dan saya di sore ini, bikin hati nyes nyes seneng.
beberapa tahun lalu, saat saya duduk di semester 3, saya mengambil makul wajib akuntansi syariah.
yang mana disaat key-in saya memang senagaja cari dosen “bapak yang katanya nilainya menyeramkan tapi ilmunya dapet”
ya bener sih. meskipun dapet beliau 3 kali dengan nilai pas-pas-an,
tapi saya nggak pernah kapok dan sekarang kalo disuruh milih mau belajar sama beliau lagi nggak di kelas, saya jawab mau dengan 100 persen keyakinan 😀
beruntungnya saya, dosen akuntansi syariah saya ini seorang dosen senior yang menurut saya cerdas dan humble-nya luar biasa.
selama 3 kali ambil kuliah beliau, beliau selalu menyisipkan materi “keagaamaan” yang menurut saya simple tapi mengena.
beliau bukan ceramah ala-ala yang nggak menarik buat anak seumuran saya masa itu, tapi beliau menggunakan slide semacam esq dan kemudian menyampaikannya dengan contoh real hidup yang bikin saya sadar betapa ilmu dunia ini kecil dan sedikit sekali.
back to the story.
setelah mengambil makul akuntansi syariah beliau, saya mulai seneng sama keuangan syariah.
apalagi kakak saya yang lagi skripsi menulis tentang akuntansi zakat which means berhubungan sama akuntansi syariah kan ya~
kecintaan saya akhirnya saya realisasikan dalam proker seminar nasional akuntansi syariah (yang hits pada jamannya *eh).
at the moment, saya men-deklare “mau ah kerja di bank syariah” yang kemudian di-nego dengan mama saya yang nggak pengen anaknya kerja di bank 😀
karena basic mama papa saya yang dosen dan karena saya anaknya inovatif dan manutan, akhirnya yaudalah saya bilang  jadi dosen akuntansi syariah deh~
mama cuma cengar cengir aja waktu itu~ Wallahualam.
memasuki semester 5, saya mulai belajar audit. yang menurunkan rasa cinta saya sama akuntansi syariah ini,
dan kemudian datanglah akuntansi dan audit forensik yang makin bikin rasa cinta sama syariah ini blur~ nggak berbekas, yang malah bikin saya keranjingan pengen jadi auditor (walaupun nggak disetujui juga karena gosipnya bakal pulang malem atau bahkan pagi hahaha).
sampai saat tulisan ini dibuat saya suka merinding kalo inget inget obrolan kecil saya dengan mama atau papa, yang kayanya jadi secara perlahan.
saya diterima di pekerjaan yang sekarang,
ditempatkan di tempat yang sekarang, saya cuma mesam mesem aja ingetnya.
rasanya seperti mesam mesem mama saya waktu itu sebenernya beliau lagi ndremimil aja doain saya. ya nggak sih ma~

cerita saya ini seperti cerita mama saya waktu beliau kecil,
simbah-nya mama dulu bakulan batik, dan setiap bakulan mama kecil diajak kemana-mana.
sampai suatu hari simbah bilang “besok kamu yang nerusin bakulan gini ya nduk”
mama yang waktu itu masih nggak mudeng, mama yang kemudian jadi dosen, mama yang kemudian sekarang juga mesam mesem kalo inget doanya simbah buyut.

jadi, pelajar buat saya.
as a daughter jangan pernah remehkan doa orang tua, jadilah anak yang paling bisa membuat mulut orang tua keluar kalimat-kalimat baik,
dan as a parents (nantinya) harus ingat bahwa setiap perkataan adalah doa, maka keluarkanlah kalimat baik.

“Maka nikmat Tuhan berupa doa orang tua yang mana yang kau dustakan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *