in RS Jakarta, I trust!

tulisan ini dibuat berbeda, karena ditulis di rumah, di Jogja 🙂

hari senin lalu, saat posisi di kantor, di siang hari setelah dhuhur, badan saya panas sekali.
badan saya panas, saya pusing, mata saya mendidih rasanya seperti mau keluarin air mata terus.
akhirnya saya memutuskan untuk pulang, periksa ke dokter!
rencana awalnya saya periksa ke RS Siloam Hospital. supaya cepet diperiksa, saya masuk ke IGD, sayangnya saya ditolak di IGD, dianggap nggak emergency.
kemudian saya disuruh langsung ke lantai 21 aja buat antri ke dokter umum, sedih ya (yang kemudian saya komplain ke RS Siloam-Semanggi dan sudah mendapat feedback).
karena udah nggak kuat dengan antrian yang segambreng, dan posisi saya lemes dan sendirian, saya memutuskan cancel pemeriksaan di Siloam.

akhirnya saya segera cari rumah sakit altrenatif lain terdekat, RS Jakarta.
sesampai di R. Perawat IGD RS Jakarta, saya langsung ditanya keluhannya apa. saya bilang badan saya panas sudah 3 hari naik turun, dan ini sepertinya sedang naik-naiknya.
nggak sampai 2 menit, saya langsung disediakan ruangan di IGD RS Jakarta, diminta istirahat, sembari dokter siapin pemeriksaan untuk saya.
hasil pemeriksaan sementara, dokter minta saya dikasih turun panas karena panas saya saat itu 38,6 dan dilakukan pengecekan darah rutin dan widal, karena ada keluhan perut nyeri sedikit.
sembari dikasih turun panas, dan diambil darahnya, saya istirahat aja di ruang IGD itu.
setelah selesai pemeriksaan saya dikatakan ada gejala tipes, dokter memperbolehkan saya memilih untuk menginap atau tidak.
saya yang sudah takut banget dan capek sama suntik-suntikan pengennya di-antibiotik aja, sambil bobo lucu di kosan hehehe.
finally, dikabulkan.
disela sela pemeriksaan yang agak melegakan ini, saya galau mau ngabarin orang tua kaya apa. karena dari awal cuma bilang mama kalo demam kaya mau flu aja hehehe. dan lagi saya kasian sama orang rumah yang lagi pusing dan capek ngurusin eyang yang masih di ICU sampai saat ini (minta doa-nya ya… semoga eyang lekas pulih dan sehat lagi).
akhirnya saya telpon mama bilang, “mama, aku di rumah sakit. tapi aku nggak papa ko” hehehehe. silly!

besoknya, hari selesa, saya sok kuat berangkat ke kantor biasa. karena memang kerjaan lagi super duper banyak.
dan nggak tau bakal beranak kaya apa kalo ditinggal.
beruntung saya ketemu ibu bos, ditanyain kemarin kenapa pulang cepet, saya jawab dengan polosnya “saya panas bu ternyata gejala tipes”.
dan kemudian keluarlah omelan ala ibu-ibu yang menyuruh saya pulang, istirahat, so on~
mama, yang tahu saya harus bedrest pengennya bisa dampingin saya istirahat, dan satu-satunya jalan saya pulang.
beruntung sore itu badan saya adem banget (ternyata malemnya kambuh :D).

karena tante saya dokter, sembari konsul, tante pengen lihat hasil lab saya kemarin, sembari menyarankan saya tes darah rutin untuk melihat progress-nya.
akhirnya saya mencoba telpon ke RS Jakarta, untuk minta bantuan.
VOILA! less than 24 hours dari saya minta data tersebut, data rekam medis saya sudah dikirim via email oleh pihak rekam medis RS Jakarta.
seneng sekali, meskipun ini pengalaman pertama saya pemeriksaan berat di RS Jakarta, saya langsung dapat kepercayaan penuh ke RS Jakarta.
saya merasa perlakuan RS Jakarta ke pasiennya nggak pilih-pilih, dan memperlakukan pasien se-sopannya.
terima kasih RS Jakarta 🙂

1 thought on “in RS Jakarta, I trust!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *