Investasi; #onemonthonetrip; dan lifestyle

Sejak postingan saya di depan gate Disneyland Hongkong yg cerita bahwa #onemontonetrip ini disponsori oleh return investasi reksa dana syariah saya. Mulai muncul banyak pertanyaan japri ke saya sejensi “kok bisa sih liburan terus” “gimana sih bisa liburan terus gitu” “kok ada ya investasi yang bisa bikin ke luar negeri” “itu bonus dari investasi berapa” dan pernyataan nyinyir “gajinya gede ya” “kamu mah ga ada mikir apa-apa gajinya” and so on. Saya mau make it clear yah~

Sejak saya bekerja di bidang pasar modal ditemukan dengan berbagai media sosialisasi, ditempa dengan materi investasi, dikelilingi dengan berbagai instrumen investasi, saya mulai mikir dan belajar tentang investasi.
Niat awal saya cuma se-simple” 1. gila aja sosialisasi sampe habis sabtu minggu-nya tapi nggak ada progres yang berarti di hidup saya; 2. masa saya bakal ngajarin orang sesuatu yang saya belom ahli, belom bisa, bahkan belom tau, dan belom merasakan manfaatnya.”
Dan… Jadilah saya mulai belajar investasi.
Karena saya adalah tipikal orang yang konsumtif. Susah ngatur duit belanja dan biaya hidup kalo tau di tabungan saya saldonya bejibun. 
Daya saya semakin paham akan realita kehidupan yang penuh dengan kebutuhan uang ini, saya lebih suka hidup dengan uang mepet yang saya sisain di saldo atm. Sehingga saya memilih pakai metode autodebet untuk tanggal tertentu di akun reksa dana syariah saya. Jadi saya nggak perlu mikir repot. Dan jadi taunya duitnya tinggal segiu aja. Alhamdulillah sih sekarang hidup di era teknologi ke-serba-ada-an dan inovatif jadi harus pintar cari celah 😀
Nah kenapa saya bilang investasi sebagai lifestyle?
Menurut saya lifestyle kan bagaimana gaya hidup orang tersebut dan apa lingkungannya ya. Karena lingkungan terdekat adalah keluarga, saya mencoba menerapkan kepekaan terhadap investasi dan menjadikannya sebagai lifestyle di keluarga saya, terutama adik saya, si ragiman.
Ragiman adalah tipe anak berprestasi yang setiap prestasinya selalu minta kado. Bayangin aja bagaimana bokek nya. Hahaha.
Nah kado yang sering saya kasih atau angpau di hari lebaran sekarang nggak lagi sekedar duit, saya bilang “oke saya kasih kado. Tapi duit buat top up reksa dana ya. Harus ada bukti top-up nya lihatin nanti”
Dan begitulah adik saya pun juga jadi semangat investasi di reksa dana syariah-nya. 
Investasi ini bukan sesuatu yang instan. Saya ingat betul pertama kali daftar buat buka produk reksa dana syariah masih pakai seragam hitam putih merah which is saya masih pendidikan. Dan sekarang saya sudah jadi pegawai selama 2 tahun.
Jadi #onemonthometrip kemarin murni bukan hasil bonus investasi sebesar berapa, tapi murni return investasi saya selama ini.
Memang sih kadang nilai naik turun, tapi ya itulah risiko. Akalin aja kalo nilai turun top up yang banyak :)))
Nah, saya hanya bisa cerita tentang investasi reksa dana syariah yaaa, karena memang itu yang saya punya dan boleh saya lakukan karena pekerjaan saya.
Buat yang mau tanya atau minta materi terkait produk-produk investasi reksa dana syariah, boleh langsung email saya ataupun komen di blog, Alhamdulillaaah materi terbaru sudah cetak ulang :))
SELAMAT LONG WEEKEND!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *