ke sulawesi pertama #onemonthonetrip

ini merupakan super latepost saya ketika pergi ke Makassar kemarin. mohon maaf lahir dan batin 😀

bulan Oktober, saya berkesempatan menginjakkan kaki pertama kalinya ke tanah Sulawesi,tepatnya Makasaar.
yang konon katanya kota yang paling ramai di Makassar.

merancang banyak itinerary piknik dan kuliner (karena disana kan terkenal banyak makanan enak ya), saya dan teman perancang kuliner berharap bisa ngabur gitu di sela-sela tugas.
apalah daya, anak penurut ini hanya bisa sedikit demi sedikit dikasih tugas hahaha.

kami sampai di Makassar tepat siang hari menuju dzuhur. kesan saya pertama PANAAAAS.
haru pertama kami cobain makan soto makassar langsung di Makassar, kami makan di coto gagak.
kesan pertama, kekentelan, isinya santan semua. berhubung saya punya magh akut saya nggak cocok makan disini hahaha.

malamnya, saya dan si perancang kuliner yang sudah kelelahan sembarangan ambil taksi dan cuma bilang “pak, kita mau makan seafood yang enak, anterin ya pak”
dan sampailah kami di rumah makan and seafood new losari.
beneran deh ini semuanya enak, dian eka si badan kurus aja sampe nambah nasi yang bikin saya malu hahahaha. ikannya gurih, sambelnya pedesnya gurih manis, terongnya apalagi ya ampun surga beneran terasa dekat *lebay*

karena hari kedua, merupakan hari ribet dimana semua keribetan bermuara, nggak banyak yang bisa diceritain kecuali, kabur sama dian ke masjid apung dan pantai losari. FINALLY SAYA MELIHAT ICON KOTA MAKASSAR 😀

dan malamnya kami makan “leko” di Mall Ratu Indah, tapi sayangnya sambelnya beda rasanya samadi Grand Indonesia, syedih.

hari selnjutnya, sebelum memulai tugas kami jalan-jalan pagi dulu ke Museum Rotterdam. Museum ini merupakan peninggalan kerajaan Gowa-Tallo yang terletak di pinggir pantai Losari.
didalam Benteng Fort Rotterdam ini ada sebuah museum, dimana di museum ini disceritakan tentang segala sesuatu adat Makassar dan peninggalan kerajaan.

malamnya, kami makan bakso ati raja dan pisang epek di pinggiran pantai losari.

hari selanjutnya, alhamdulillah tugas selesai. kemudian saya pergi dengan temen magister dulu keliling makassar, dan sampailah kami di Ramang-Ramang, Maros. Perjalanan yang direncanakan sampai dalam setengah sampai sejam, jadi harus ditempuh sekitar satu setengah jam karena macet. Ramang-ramang ini merupakan sebuah tempat di daerah pegunungan kapur, yang harus ditempuh dengan kapal. unfortunately, ketika setengah perjalanan di perahu kami terkena hujan lebat sekali yang membuat kami hanya berteduh didekat pegunungan karst.
syedih.

intinya perjalanan onedaytrip di makassar ini berteman sekali dengan hujan, bahkan sampai saya mendarat di Jakarta-pun disambut hujan
note dalam perjalanan kali ini:
1. kekurangan saya yang nggak biasa denger suara keras sedikit membuat saya stres di Makassar, karena semua orang bicara dengan logat keras.
2. masakan khas Makassar kebanyakan yang bersantan, sedia omeprazol jangan lupa 🙂
3. sedia payung kemanapun pergi, untungnya saya anak pecinta hujan, jadi bahagia aja nge-trip pake jas hujan. lah tour guide kan belum tentu hahaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *