nyaman

dari kemaren weekend saya sibuk banget cari definisi kata nyaman. just bcs seorang A merasa tidak nyaman dengan kondisi sesuatu, sayangnya tanpa sadar si A-pun kehadirannya sering kali tidak membuat orang nyaman, karena cara bicaranya, tutur katanya, topik obrolannya.
kadang kita banyak nggak sadarnya sama perilaku kita ke orang lain, dan disisi lain menuntut orang untuk bersikap seperti yang kita harapkan. padahal bukannya apa yang kita lakukan adalah apa yang akan kita dapat? iya nggak sih?
saya pengen cerita tentang mencari kenyamanan dalam berteman, yang terjadi beberapa tahun lalu. ceritanya saya punya temen deket si x yang pacaran sama si y. keduanya saya kenal meskipun lebih dekat karena si x perempuan.
singkat cerita, entah masalah apa si x dan si y berantem yang berdampak pada pemutusan hubungan pacaran, yang saya tidak terinform sama sekali.
sedih, pasti. jengkel, iya. kesel, banget! lah wong kedeketan kita udah kaya perangko sama amplop loh. kan ngrasa nggak dianggep ya.
tapi saya mencoba mencari celah dengan diam, pas ketemuan nggak bahas dan nggak tanya-tanya tentang si y. surprisely, si x cerita semua masalah dengan si y sampe akar-nya. dari pengakuan si x, si x cerita bahwa nggak ngerti harus cerita sama siapa just bcs x sulit membedakan manakah si care dan si kepo. dan karena saya datang bukan menawarkan list pertanyaan macam wartawan, tapi telinga yang siap mendengar maka ter-klepek-klepek-lah si x untuk bercerita.
sejak saat itu saya paham bahwa, semakin sulit mencari seorang pendengar yang setia tanpa embel embel “ember” didalamnya. SO TRUE! sometimes someone so care just bcs seorang adalah obyek gosip yang menarik.
sejak saat itu saya juga sadar bahwa semakin kita dewasa, semakin besar pergaulan kita, semakin sedikit innercircle kita, dan semakin paham siapakah yang bertahan disaat sedih senang kita.
jadi masih bolehkah kita menuntut orang nyaman dengan kita begitu saja? BIG NO!
manfaatkan panca indera-mu yang jumlahnya lebih banyak, ya mata untuk memandang dengan tulus ya telinga untuk mendengar dengan baik. dan simpan mulutmu terutama untuk komen dan tanya yang cuma bikin sakit. and the “nyaman” eventually will come 🙂
“jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi kamu sendiri…” (Q.S. Al-Isra’:7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *