#onemonthonetrip Bandung new year trip!

HAPPY NEW YEAR HAPPINESS!

semakin tua, rasanya pergantian tahun jadi hal yang biasa yah.
atau mungkin efek tidak ada cuti atau libur yang panjang kaya waktu sekolah yah 😀

pergantian tahun 2016, saya lewatkan dengan bobo nyenyak bahkan sampai nggak dengar suara kembang api (yang katanya semarak dari bundaran HI, senayan, dan sekitarnya).
saya lebih semangat buat menyambut 1 Januari 2016-nya sih, karena saya berencana ke Bandung sama si boncel a.k.a Ragizel, adik saya yang paling cantik di dunia (yaiyalah adik kandung kan cuma satu ;p)
sejujurnya ide tahun baruan di Bandung ini muncul dari kepala si seley a.k.a Ragizel dikarenakan pacarnya baru saja merantau ke Bandung, sudah bisa dibayangkan saya jadi apa~

sebenernya sih, kami berencana berangkat tanggal 31 Januari-nya dan melewatkan tahun baru lihatin kembang api dari Bandung, tapi entah kenapa adik saya tiba-tiba bisa mikir efisiensi biaya, dan memutuskan untuk start a journey from January, 1st.
kami naik kereta Argo Parahyangan jam 8.00 dan sampai di Bandung sekitar pukul 11.00-an, lagi lagi karena efisiensi biaya dan mengakomodasi adik saya yang merasa perlu mandi, bersih-bersih, ataupun touch-up supaya bisa tampil sempurna wakakaka.
kami turun di Stasiun Bandung, dan naik becak sampai ke hotel Fave Braga supaya berasa aja sih pikniknya (dan karena kebanyakan taksi di depan stasiun Bandung bukan macam taksi argo dan lagi belom tahu betul kalau ada uber di Bandung).
sejujurnya menginap di kawasan Braga ini surga banget, karena mau makan apa aja ada, dari yang mahal sampe murah, dari yang hits sampai yang biasa aja~

hari pertama di Bandung kami cuma main ke Paris Van Java, karena tetiba saya masuk angin dan diare akut yang membuat saya lemes dan dehidrasi dan magh-nya kambuh, yang akhirnya bikin saya milih untuk stay di hotel aja, sembari membiarkan seley dan sang pacar qualitytime.
kenapa begitu? karena rencana hari kedua kami mau pergi jauh, ke Lembang.

hari kedua, kami naik angkot ke Lembang. kenapa angkot? karena saya pengen aja di liburan kali ini nggak manjain seley (it’s a part of my #2016challenge dan perintah mama :D)
pokoknya saya pengen bikin trip sama Ragizel jadi sesuatu yang memorable buat kita hehehe.
Kami naik angkot jurusan stasiun-lembang, dan ternyata jalanan ke Lembang macet parah. sampai angkotnya dialihkan lewat Ledeng.
jadi deh tarifnya berbeda (yang biasanya 10 ribu jadi 15 ribu) dan agak jauh plus agak lama (perjalanan sekitar 1 jam-an, karena lewat jalan alterantif Ledeng).

destinasi pertama, kami menuju Farmhouse, Lembang. tempat baru yang lagi hits di Bandung. nggak heran, kalau begitu masuk semua tumplek jadi satu semacam cendol di dalam dawet 😀
Biaya masuk Farmhouse Lembang ini Rp 20.000/orang. terus, tiketnya bisa dituker dengan sosis bakar (yang antri) ataupun susu.
sebelas dua belas sih seperti sistem yang diterapkan di De’Ranch Lembang.

Disepanjang jalan kanan kiri banyak banget gembok cinta, dan diujung sana puncaknya
Add caption

menurut saya sih tempat ini favorit karena memang banyak spot yang bisa dijadikan spot foto. selain itu, di suatu bangunan-bangunan ala Belanda disediakan persewaan baju ala-ala noni Belanda, yang disewakan per jam, kalau nggak salah si 50.000 per jamnya.
karena memang terlalu rame membuat kami jadi nggak nyaman dan menuju destinasi kedua, Dusun Bambu.
jujur saja, saya pikir akan banyak uber ataupun kendaraan taksi dan semacamnya disini karena pikir saya pasti banyak yang mau ke Lembang. ternyata nggak.
bahkan sinyal telkomsel aja susah sekali masuk, akhirnya kami memutuskan naik ojek.
karena tiba-tiba ada tawaran ojek gitu yang langsung kami terima aja.
tarif ojek dari Farmhouse ke Dusun Bambu ini sekitar 30.000 ribu per orang, tapi dikarenakan ternyata tempatnya jauh banget, akhirnya kami tambahin aja babang babang ojek ini.
saran saya sih kalau mau ke Dusun Bambu lebih baik bawa kendaraan sendiri, ataupun kalau mau naik taksi ya nunggu aja deh, karena memang aksesnya susah.

masuk ke Dusun Bambu kami diwajibkan bayar tiket 15.000 per orang, sama sih kami kurang nyaman karena terlalu ramai.
dan bodohnya, kami nggak tau kalau bunder-bunder yang mirip sarang burung itu bisa dijadikan tempat buat makan tapi kami harus antri gitu,
dan begitu sadar kalau bisa antri nya sudah sampai antri 15. Buset banget kan ya~
akhirnya yaudah deh kami foto foto aja, terus main perahu aja.

Taman bunga Dusun Bambu 
taman bermain dan jembatan menuju sangkar burung yang hits di Dusun Bambu
dalam restoran Dusun Bambu
that way

pulang dari sini PR lagi nih, karena ya itu kami nggak bawa kendaraan cuma berharap sama angkutan umum.
dan jadilah harus cari ojek sampai nemu angkot dulu, dan kemudian naik angkot sampai hotel.

setalah istirahat sebentar, kami yang pensaran sama trans studio mall-pun langsung kesana, beneran deh hari kedua ini nggak boleh punya capek hahaha.
di hari kedua di malam hari ini, kami mulai mengandalkan uber karena bingung mau naik apa dan iseng buka uber dan ada!

selanjutnya adalah hari kepulangan kami, kami naik Argo Parahyangan lagi tapi sore hari.
jadi biar puas gitu main di Bandungnya.
pagi-pagi banget kami pergi ke Masjid di alun-alun Bandung, yang sangat hijau disekelilingnya ini.

destinasi selanjutnya kulineran, kami pengen makan cuangki. setelah cari-cari cuangki yang hits adalah cuangki serayu.
dan kemudian makan lagi, batagor kingsley 😀

hidup se-bahagia itu kuliner asik di bandung.
sampai ketemu lagi Bandung, di trip selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *