#onemonthonetrip perjalanan menuju JAPAN~

sabtu, 2 Desember 2017.
hari yang tidak mudah karena semalem baru juga naruh pantat di Jakarta sepulang dinas, eh udah mau terbang lagi.

perjalanan saya dan mama ke jepang kali ini diawali drama yang luar biasa deg-deg-annya karena melibatkan hubungan diplomatik dua negara aelah :p
saya memeilih penerbangan jkt-dps. dps-osaka (kix) dan pulangnya tokyo (hnd)-jkt.
karena harus terbang via transit di denpasar, maka kami dateng ke konter khusus tersebut, untungnya sih saya dan mama mengeluarkan paspor sebagai tanda diri.
ternyata di garuda indonesia, sudah ada konter khusus untuk mereka yang akan terbang internesyenel tapi transit di denpasar. SALUT!
setelah angkut-angkut bagasi, voila! kalimat pertama dari pegawai garuda yang bertugas disitu “mba, ini kenapa ya pasportnya bu mufid sobek? ini bermasalah mbak. nanti mbak nggak diperbolehkan loh masuk ke jepang bla bla bla” yang bikin saya was-was dan lemes.

saya kaget dong. bahkan saya nggak tahu kalo paspor mama sobek meskipun saya yang ngurus visa jepangnya dll. saya bingung kan. saya jawab, lah mba ini kayanya bukan kita deh yang sobekin. waktu dikasih ibu saya baik baik aja.
dan bodohnya sih saya nggak cek waktu habis dibalikin sama vsa japan.
muka saya waktu itu jangan ditanya deh. galau abeeees.

rencana makan di marugame se-selesainya urusan ini aja sampe lewat lupa kalo laper.
beruntung ada mba-mba staf garuda baik hati di konter sebelah yang sepertinya lebih senior dan sangat helpful menolong kami.
waktu itu beliau menawarkan saya untuk konsultasi dengan imigrasi jakarta. hasilnya, kantor imigrasi menyarankan untuk langsung kontak aja ke dps. karena kami kan akan memulai keberangkatan internesyenel kan dari sana.
akhirnya si mba cantik dan baik hati bernama mba tia ini menolong kami untuk kontak ke imigrasi dps.
sembari menunggu jawaban, saya dapet sms dari garuda kalo pesawat delay. duh deg-deg-an makin parah pemirsa!
penerbangan saya yang mestinya jam 18.40 delay sampe 20.40 dimana keberangkatan ke osaka jam 00.30 dengan permasalahan begini.
sumpah saya takuuut!
saya takut banget kalo sampe delay ataupun cancel berangkat karena kan status gunung agung juga masih on off. dan saya takut hasil konsultasi nggak sesuai harapan.

atas informasi tersebut, dan karena sepertinya bandara denpasar juga sedang crowded, dengan bantuan mba tia, akhirnya mba tia memajukan penerbangan saya ke denpasar dengan harapan ada cukup banyak waktu untuk mengurus paspor mama saya yang sobek tidak sengaja entah oleh siapa ini.
sesampai di dps dan berniat mengurus ini itu, petugas garuda di denpasar kurang se ramah mba tia ini sih. dibaandingkan merasa dibantu, kami malah merasa dihakimi disitu, jadi sedih aja.
ketika sampai di salah satu check in counter, seorang petugas yang saya ceritain kronologinya langsung antipati menolak tanpa kasih rekomen apapun.
beruntung ada pegawai senior lewat, atas bantuan salah seorang pegawai garuda yang sepertinya senior itu, akhirnya kami dikonsulkan langsung ke imigrasi denpasar.
hampir sama sih sikapnya, antipati dan kurang rekomen kami berangkat. mereka rekomen saya cancel penerbangan, perbaikin paspor, urus visa, baru deh berangkat.
mohon-maap-dipikir-ngurus-cuti-di-kantor-saya-cuma-kedip-langsung-jadi-apa-yhaaaaa???!

karena saya nggak sanggup ceritain ke mama, akhirnya saya minta aja si pegawai ini ceritain ke mama.
mereka kasih dua (2) pilihan sih, berangkat dengan resiko ditanggung sendiri (ditolak masuk japan, dipulangin lagi HIKS) atau menunda keberangkatan seperti cerita saya di atas.
mama saya dong dengan segenap hati dan dremimil sholawatnya itu, langsung bilang oke saya akan tanggung sendiri resikoya yang penting udah dicoba.
MAMAKUUUU EMANG IDOLA BANGET!
akhirnya pihak imigrasi dps dan garuda memberikan surat pernyataan bahwa apapun risiko sesampai di osaka akan kami tanggung sendiri dan petugas dari garuda indonesia ini akan mengirimkan semacam surat atau fax ataupun sejenisnya lah bahwa ada penumpang mereka dengan keterangan khusus ini yang perlu dibantu ke imigrasi osaka (japan).

saya beruntung deh punya mama hebat yang sholwatnya jalan terus, beneran deh sepanjang jalan mama tuh banyak banget sholawat.
di pesawat tidur pun nggak nyenyak, mama pegangin tangan saya terus diusapin dan diingetin “sholawat ya dek”
momen ter-pengen bikin nangis tapi harus ditahan.
pikiran saya waktu itu ” yaela ya Allaaah mau kasih kado mama aja susah amat sih cobaannya ada aja. sedih” dan sedetik kemudian berpikir “mungkin ini nilainya ibadah ya sama Allah, makanya dikasih sulit, biar hadiahnya nanti bukan cuma kipas angin” :))
yang kemudian membawa saya dalam pikiran ikhlas lah apapun yang terjadi pasti Allah udah rencanain yang baik buat gantinya :))

mendarat di Osaka, pemeriksaan visa yang begitu lancar meskipun agak rempong karena mereka mau itin lengkap akhirnya saya kasih hotel-hotel menginap, hari hari di Jepang yang begitu cerah, momiji di setiap sudut mata memandang.
almost all of the itinerary that well done. mama se-bahagia itu, apalagi saya double senengnya :))
sepertinya Allah emang pengen menguji kesabaran kami di awal dan keteguhan hati kami buat cari inspirasi ke jepang. hampir persis sama seperti cerita saya sama mama waktu mau umroh.

Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat.
ROBBI AUZI’NI AN ASYKURO NI’MATAKAL LATII AN’AMTA ‘ALAYYA
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku”

dan saya selalu percaya pengaruh sholawat nabi terhadap kemudahan disetiap urusan.
dan saya selalu percaya ada kebahagiaan lanjutan dari Tuhan setelah ini
🙂

konon katanya traveling itu akan membuat orang keluar sifat aslinya, percaya nggak?
SAYA PERCAYA BANGET!
setiap saya traveling yang bermakna gini sama mama, saya ditunjukin sama Allah bagaimana mama saya selalu percaya pada jalan Allah, pasrah, dan optimis. se-jelek apapun jalannya didepan mama percaya ini perjuangan, ini ada maksudnya Allah.
saya selalu dilihatin Allah gimana mama handle capek-nya dan nggak banyak ngeluh. dan bagaimana beliau memandang keindahan ciptaanNya.
dan poin terakhir, ternyata saya turunan mama ciplek :p
ALAFYUMAMA!

PS: buat semua pembaca blog saya, membahagiakan orang tua itu nggak perlu nunggu moment (nunggu nikah-lah mau kasih cucu-nunggu kaya-lah mau ajakin keliling dunia, beliin mobil bagus, and so on) tapi yang diperluin ciptain moment dan kesungguhan hati.
karena bukan seberapa mahal nya kamu inget orang tua, tapi seberapa sering kamu inget orang tua lebih penting buat beliau beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *