#onemonthonetrip: osaka-kyoto-tokyo in a week

3 Desember 2017. 08.30. Osaka Kansai International Airport.
kami sampai tepat di jam 08.30-08.40 (lupa deh). kemudian urusan imigrasi (udah saya ceritain di blog sebelumnya) kemudian nebeng bersih bersih di toilet bandara dan ambil rental wifi di telecom square.
di bandara kansai ini ada suatu shower room (di lantai 3, di belakang mcD) kita bisa mandi disini sih, itungan bayarnya menit-an kayanya per 15 menit sekitar Rp60k. nah kalo urusan rental portable wifi, jujur aja saya kejebak nih. jadi ceritanya udah mesen di web, nggak tau gimana cara kok harganya ngelunjak tinggi banget jauh dari perkiraan. yaudalah ya, tagihan juga udah keluar. nah pembayaran portable wifi ini pake kartu kredit. kalo pinjem disini bisa balikin di bandara narita, ataupun haneda tapi seepertinya sih semua rental wifi melakukan hal yang sama ya.
sebenernya waktu itu saya udah mau rental wifi di HIS, tapi… saya harus kontak 3 hari sebelum keberangkatan (dan disitu udah kena charge), kalo misalnya ada dikasih nggak yaudah babay. kan sedih ya tanpa kepastian *eh
tips: survey bener bener soal wifi portable, jangan ikut-ikut-an. negitu keluar nanti bakal ada beberapa rental wifi portable, jadi pilih pilih aja dulu kalo banyak waktu :p

rute day 1:
hotel – todaiji tenple – osaka castle – dotonburi
perjalanan dilanjut dengan mencari kereta menuju hotel buat naruh barang, dan kemudian ke todaiji-temple.
kami menginap di dekat stasiun dobutsuen mae. beneran deket banget. disekitarnya ada cofeeshop yang sepertinya enak, sayangnya nggak sempet mampir karena mama belom mood ngopi.
nah setelah taruh barang, kami akhirnya naik kereta lagi ke stasiun nara. karena beneran cuma ngandelin itinerary dari kak gilang, akhirnya saya skip beberapa hal seperti disana sebenernya ada bus yang bisa ditemuin persis di depan exit 2 stasiun. buat mengantarkan ke pintu masuk todaiji temple.
tapi, keuntungan dengan jalan adalah, saya jadi menikmati setiap pohon merah dipinggir jalan, jadi jalannya lebih lama, karena mama selalu “foto disini yok” and so on! hahahaha bahkan mama seneng banget di bawah pohon merah ada rusa banyak. hampir aja doi beli biskuit buat rusa saking pengen anget anget :p

kuil Todai-ji yang merupakan bangunan kayu terbesar di dunia ini terletak di Nara. dimana Nara ini ibu kota permanen pertama di Jepang, yaitu pada tahun 710-784 Masehi. masa ini agama budha mengalami masa kejayaan karena mayoritas penduduk jepang memeluk agama budha.
sebagai warisan Nara, kuil todaji ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. kuil ini letaknya sebelah Utara Taman Nara (Nara Park). Bangunan-bangunan yang masuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site di Nara lainnya adalah 4 buah kuil Budha (Kofuku-ji, Gango-ji, Yakushi-ji, Toshodai-ji), 1 buah kuil Shinto (Kasuga Shrine), 1 istana (Heijo Palace) dan 1 hutan yang dibiarkan asli sejak jaman dahulu (Kasugayama Primeval Forest) *sumber: kompasiana.
nah untuk menuju kuil nara ini turunlah di stasiun nara, kemudian keluarlah di exit 2. lihat kiri jalan tapi serong kanan, kelihatan kok ada halte bus. disitulah bus loop akan mengantarkan ke todaiji temple. nggak didepannya persis sih. tapi lumayanlah. biaya nya kalo nggak salah 100 yen. tapi seperti yang saya tulis di atas, kalopun nggak naik bus akan melewati nara park yang menurut saya sangat enak buat dikunjungi juga apalagi yang bawa bocah.

dari sini kami naik kereta lagi menuju osaka castle, perjalanan cukup jauh ya cin, tapi alhamdulillah karena sepanjang jalan bisa menikmati park-park di osaka yang masih semarak sama autumn.
nah kalo mau ke osaka castle ini sebaiknya sebelum jam 5, soalnya castlenya ditutup kalo udah jam 5.

didepan pintu osaka castle banyak banget orang jajain semacam gorengan, mama dong jajan jagung :p

disini juga ada semacam shuttle yang bisa mengantarkan kamu ke stasiun terdekat, mobilnya semacam mobil-mobil di bandara yang gitu jadi muatnya nggak banyak.
disini ketemu orang Indonesia yang habis mborong di uniqlo, wis mama udah mulai gelisah :p
nah di dotonbori untungnya ketemu sama uniqlo jadi gelisahnya beliau terobatilah hahaha. disini uniqlo nya menyediakan konter khusus tax free (dan banyak banget toko di jepang nyediain ini) biasanya di lantai atas sendiri, atau bawah sendiri.
tapi beneran deh uniqlo di jepang murah banget :))
karena masih baper sama suasana semalem dan hari ini kali ya, mood belanja kita belom keluar sih :p

day 2.
rute: minoo park – stasiun kyoto – hotel -higashiyama area
dari hotel kami menuju minoo park, yang sepanjang jalan merah semua, saya sempet ngumpulin daun disini, tapi hancur sampai indonesye, yaiyalah kan harusnya diapit buku kaya di dongeng dongeng ya, ini tak selipin tas T.T
minoo park osaka atau sering disebut minoh park merupakan sebuah lembah berhutan lindung rimbun yang eksotis. disini nggak hunya menawarkan berbagai macam daun merah orenji selayaknya wallpaper laptop kamu, tapi juga ada air terjun di ujungnya. nah menurut saya pribadi sih, sebagai salah satu obyek wisata lokasi ini kaya belom tereskplor dengan baik ya. belom ada shuttle atau sejenisnya menuju minoh park dari stasiun. juga sedikit banget petunjuk menuju ke lokasi gong-nya.
but, untuk yang mengagumi musim musim di jepang dan memilih mengunjungi jepang karena musimnya, ini salah satu tempat yang worth to visit, bagus lagi kesini sekalian jogging. udah sehat dapet pemandangan tsakep. ntap soul abeeeez.

disini juga saya menemukan suatu cemilan unik, katanya sih olahan dari daun mapple. rasanya manis banget. bentuknya kaya daun mapple pada umunya. dikemas kaya keripik keripik ala anak SD dipinggir jalan belinya.
harganya 100 yen isinya 5 wis lengkap tenan.

setelahnya kami menuju kyoto dengan shinkansen. wuih eksperimen naik shinkasen ini emang luar biasa sih :p
baru juga duduk tiba tiba wis tekan ya Allaaah.
karena sudah siang, kami sengaja mampir hotel dulu buat taruh barang, kemudian lanjut jalan ke higashiyama area.
berhubung sesampai di kyoto emang gloomy banget yah, jadi kami memutuskan nggak ngotot sampe atas, yang penting udah liat lah suasana rumah rumah khas jepang yang agak berbukit bukit. disini dari pintu depan ada semacam becak gitu kalo kita capek melintasi jalanan disana hahaha.

naaaah, beneran deh sampai di tkp hujan. jadilah kita menikmati momen aja jalan jalan dan menemukan sebuah toko preloved kimono. agak agak yaaaa preloved aja masih dijual 500.000 rupiah.
yasudahlah yaaaa.
disepanjang jalan ini banyak banget yang menwarkan rentak kimono plus didandanin. pengen sih sama mama begitu, tapi kita jalan berdua gitu merasa kaya wong edaaaan kalo cuma berdua hahahaha. jadilah kita tunda wishlist kita ini :p
karena kecintaan kami pada baju ewer ewer dan sepertinya kimono ini adalah salah satu dari jenis baju ewer ewer, ini merupakan salah satu barang yang kami berdua kedanan banget. kayanya sih selama di tokyo kami beli 5 kimono tapi bukan yang kimono dress ya.

sepulang dari situ, kita makan ramen halal ayam-ya-ramen di deket setasiun kyoto.
beneran deh tempatnya sempit banget, meskipun emang harga sama rasa worth it!
agak nggak habis pikir karena banyak ditengah susasana habis hujan, dan otomatis dingin gitu banyak banget yang kesana pasangan muda plus anaknya dibawa. kalo saya sih kasiaaaaaaan, soalnya tempatnya beneran sempit sih. dan mesti rela antri didepan gituuu.
disini pesen dan bayar sudah pake mesin, kita tinggal kasih semacam struk nya ke pelayannya. no saus sambal sis. bubuk cabe pun terbatas.
tips: bepergian ke jepang harus bawa yang namanya saus sambal ataupun bon cabe ataupun irisan cabe kemana mana sis.

selanjutnya balik ke penginapan. penginapan di kyoto ini terbaik sih. euforia jepang-nya berasa bangettt! tempat tidur dan kamarnya kaya doraemon punya :p
bahkan di upgrade lagi. kita nginep di Fujitaya BnB. meskipun nggak keliatan dan agak masuk, dan juga karena tempatnya baru tapi ini beneran bakal saya rekomendasikan 😀

day3.
rute: fushimi inari – arashiyama – nishiki market – kawaramachi area
pagi ini, kami menuju stasiun kyoto lagi untuk melanjutkan perjalanan menuju fushimi inari. fushimi inari ini merupakan kuil yang menjadi tempat wisata turis yang paling terjangkau mata sih menurut saya. soalnya letaknya persis di depan stasiun inari.
kuil fushimi inari ini memiliki bangunan kuil di depan yang letaknya dekat dengan air suci gitu. di kolam air suci ini banyak banget orang cuci muka. kalo saya sih mama, cuci muka biar seger ya kali kali nambah cantik sih bonus, dan disini kacamata saya jatuh :p
sepertinya pertanda bakal melihat yang bening setelahnya hahaha. alhamdulillah.

kuil ini dibuat oleh para pengusaha jepang untuk dewa pertanian atau dewa inari, konon dewa ini merupakan salah satu dewa yang disakralkan dalam agama shinto. makanya nggak heran kuil ini selalu ramai, karena katanya sih setiap mereka yang pengen pertaniannya lancar dateng kesini. setelah melewati kolam air suci, kita akan naik tangga untuk menuju seperti pagar-pagar orang yang mirip bambu, nah ini sepertinya menjadi spot foto wajib untuk semua wisatawan yang datang kesini. pagar ini menjadi pintu selanjutnya untuk menuju kuil yang terletak agak di atas.

setelah puas disini, kami lanjut ke arashiyama untuk menikmati sagano romantic train. kereta ini mempunya rute st. saga tarokko ke st. kameoka. keretanya bisa one way atau return, dimana biaya tiap rutenya 620 untuk dewasa yang akan dinikmati dala 25 menit.
pemandangan dibalik kereta beneran deh kaya lukisan lukisan yang kaya nggak nyata (lihat postingan ig sis)
lanjut disini, kita muterin nishiki market dan jalan jalan di sekitaran ginza area.
dan dilanjut dengan makan malem di salah satu ramen halal.
agak heran ya kenapa rumah makan halal di jepang yang kita temui semuanya sempit. dan yang ini lokasinya agak agak menyeramkan gitu menurut saya :p

day 4. tokyo!
rute: apartemen- odaiba – camii turkish mosque – ginza – asakusa
pagi ini, setelah sibuk dengan unpacking bawaan di tokyo, kami lanjut ke odaiba.
odaiba merupakan pulau buatan paling besar di Teluk Tokyo. awalnya, Odaiba dimaksudkan sebagai pertahanan militer, dibangun sebagai benteng oleh Keshogunan Tokugawa, perlindungan bagi Tokyo terhadap serangan dari arah laut di abad ke-19 dan mendapat nama Odaiba karena bermakna lokasi benteng (pertahanan). tapi dalam perkembangannya, odaiba ini malah menjadi pusat perbelanjaan, industri, bahkan tempat wisata. btw disini juga lokasi fuji television di jepang :p
disini, kami cuma jalan ke arah miniatur patung liberty yang dibelakangnya ada rainbow bridge, jembatan yang akan dihiasi lampu di malam hari, dan ada penampakan tokyo sky tree dibelakangnya.
nggak banyak sih yang kita lakuin disini, tapi dapet pengalaman baru naik water sea cruise-nya dari asakusa ke odaiba.
dan pulangnya naik kereta :p

senengnya disini adalah semua alat transportasi kaya nyambung satu sama lain, nggak beda jauh sama hongkong.
sampe tokyo, perburuan koper pun dimulai. konon, di ginza ada salah satu toko yang jual koper murah banget. tapi menurut saya definisi murahnya kalo kita beli yang gede sih. kaya semua tas disitu dijual dengan harga yang sama gitu. biasanya sih katanya jual juga tas branded gitu, tapi sayang jaman saya dateng nggak ada :))
selain ke ginza, kami juga sempet ke asakusa, menikmati toko-toko kecil sekitaran stasiun dan mengunjungi don quite.
emang sih harga barang di toko ini murah dan terjangkau. tapi jujur aja saya kurang cocok sama pelayannya. mereka nggak bisa bahasa inggris dan galak.
sedih deh.
padahal toko ini termasuk yang rame dan banyak dikunjungi turis karena katanya sih disini yang buka 24 jam 🙁

day 5.
rute: mt. fuji – shibuya – shinjuku
kami berangkat pagi ini ke gunung fuji naik bus dengan destinasi akhir di stasiun kawagochi.
sebelum sampai di tujuan akhir, kami melewati sebuah tempat yang bagus banget. namanya fujiQ highland. disini gunung fuji keliatan banget. CANTIK.
dan ada rollercoaster yang katanya sih tertinggi di dunia. kalo saya sih no :p
dari stasiun kawagochi ini tujuan kami ke gondola yang ada deket lake kawaguchi. untuk menuju kesini bisa jalan, bisa juga naik bus sightseeing fujiyang disediakan. no free.
dari stasiun kawaguchi ke lake kawaguchi kami dikenakan biaya 150.
nah biaya naik gondolanya sendiri 800 yen.
dari atas keliatan juga gunung fuji, dan ada teropong buat ngeliat ke jalan jalan dibawah sekitaran tokyo. saya nggak sanggup sih, merinding semuaaaa.

cuaca disana sekita 5 derajat siang itu, dan masih ada orang makan es krim padahal saya udah gejala gejala batuk 🙁

day 6.
shibuya all day long
ini hari terakhir di jepang, sedih.
rasanya masih pengen disini dua minggu gitu. hahahaha tapi apalah daya 🙁
hari ini kami beneran menikmati tokyo. dari foto shoot di daerah meiji jingu dan shibuya. sampai puas puasin masuk keluar department store :p
cuaca hari terakhir gloomy banget yang akhirnya malemnya hujan. kaya pengen kasih salam perpisahan gituuuu. dan malam kepulangan ini juga saya demam hahaha kaya badan saya ngerasain sedih mau balik ngantor lagi pisah ama mama lagi 😀
tapi inilah trip terbaik sepanjang hidup saya. jepang beneran cantik se sudut sudutnya.
dan kalo biasanya saya mencentrang setiap negara/ kota yang pernah didatengin. kali ini saya nggak pengen melakukannya just bcs saya pengen kembali ke jepang lagi lagi dan lagi~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *