#onemonthonetrip kelas inspirasi Bandung 5 Amazing!

Minggu, 12 Februari 2017.
Hari ini saya melakukan one day trip khusus ke Bandung. Berangkat (menuju) subuh naik kereta (bahkan adzan aja saya udah duduk manis di kereta hahaha). Dan sampai di Bandung jam 08.30 yang kemudian saya lanjutkan ke Gedung Sate, Bandung dimana acara briefing Kelas Inspirasi 5 Bandung diadakan. Dan pulang dengan tiket go show jam 14.00 yang kemudian sampai di Jakarta tepat saat hujan lebat sekitar habis maghrib.

Btw, sejujurnya keadaan saya hari itu sangat-not-well. Badan demam. Flu berat. Batuk sampai suara habis. Dan tetep kekeuh pengen ikut briefing karena saya percaya di hari briefing ini akan ada semangat baru.
DAN BENER AJAAAA DONG!
Saya sangat bersyukur hari itu nggak melewatkan kesempatan ke Bandung meskipun badan lagi nggak bisa diajak kompromi. Saya dikumpulkan dengan sekitar 10 orang inspiratif dari beragam profesi dan bermacam umur.
Kesimpulan di briefing ini saya bangga dengan Kelas Inspirasi Bandung. Saya bangga dengan rakyat Bandung yang semangat menevar inspirasi. Saya nyaman di Bandung yang masyarakatnya peduli pendidikan. Saya seneng orang-orang Bandung merasa bertanggung jawab dengan pendidikan~
Btw, saya seneng banget ketemu temen SD saya, yang kemudian beliau juga adalah salah satu inspirator. Rasanya senang karena saya merasa banyak orang yang punya pemikiran yang sama! See you soon Bandung.

Briefing – Gedung Sate Bandung


Rabu, 22 Februari 2017.

Akhirnya datang juga! Hari dimana saya akan sharing di Kelas Inspirasi 5 Bandung. Hari dimana saya bakal ketemu anak-anak.
Hari saat saya akan menemukan inspirasi dan semangat baru dari bocah-bocah lucu masa depan Indonesia~
Selamat pagi Bandung!

SD Al Fatah Al Hasan; Jl. Gunung Batu, Cicendo.
Di kelas inspirasi ini saya dapet kesempatan sharing di 4 kelas. Dari kelas kecil (1-3) sampai kelas besar (4-6) Alhamdulillaaah dapet semuanya.

Di perkenalan awal, saya mengenalkan diri saya sebagai “dokter uang”, yang kemudian menimbulkan riuh tanda tanya mereka. Pikir saya, good job misi pertama berhasil membuat mereka penasaran dengan pekerjaan saya.

Berbeda dari Kelas Inspirasi sebelumnya dimana saya dikenal dengan ibu puzzle (karena pembelajaran saya dengan puzzle uang), di kelas ini saya bawa boneka boneka-an buat nge-dongeng dan metode pengajaran yang lebih memperkenalkan uang untuk digunakan dengan bijak.

Seperti metode yang saya pelajari bahwa perkenalan dengan anak nggak bisa biasa aja, maka saya sudah mempersiapkan media sekiranya anak-anak lupa nama saya di perkenalan saat upacara masuk kelas. Syukurnya tidak semua lupa hihi walaupun tidak semua well spell aicha jadi aisya, echa. Saya bawa media berupa gambar gambar hewan yang huruf depannya jika dirangkai menjadi nama saya. Tentunya kesepakatan itu saya buat di kelas. Jadilah mereka tahu nama saya AICHA.

Materi kedua adalah saatnya menceritakan jenis pekerjaan saya. Apa yang saya kerjakan sehari-hari. Apa alat yang saya gunakan. Disini saya bawa beberapa gambar seperti kalkulator, orang menghitung, orang mencatat, di gudang menulis (yang kemudian ada yang menebak sebagai penjaga gudang hahaha), dan yang terakhir saya berikan gambar dokter memeriksa, tapi yang diperiksa uang. Alhamdulillah kemudian beberapa anak tunjuk tangan untuk memberikan komentar “jadi ibu periksa uangnya ya”-“jadi tadi yang dihitung uang bu”-“terus uangnya bisa sakit nggak bu”-dan kelucuan juga kepolosan lainnya yang kemudian bikin saya bahagia.
Gambar yang saya pegang adalah dokter yang melakukan stetoskop pada uang
Setelah selesai dengan memberikan imajinas akan profesi saya, saya memceritakan tentang uang itu sendiri, bagaimana membedakan uang asli dan palsu, apa cirinya, apa tandanya, kenapa harus ada garuda, kenapa ada bank indonesia, dan lainnya.

Metode selanjutnya bertujuan menstimulasi anak anak menggunakan uangnya wisely (biasakan menabung). Nah saya memberikan dongeng disini tentang karakter yang suka jajan dan suka menabung. Saya gunakan boneka jari dengan bantuan suara saya yang saya syukuri oke buat jadi dubber hahaha (yang butuh dubber boleh lo kontak hehe). Nggak lupa saya melibatkan anak anak untuk engange di dongeng tersebut. Gimana caranya? Disini saya contohkan ada es krim lewat dengan saya nyanyikan suara bakul es keliling yang punya moto “super duper yuumy” itu kemudian saya tanyakan ke anak anak. Kira kira penyu bakal beli nggak ya? Dan akan muncul berbagai jawaban. Kemudian setelahnya saya akan suarakan si penyu terus bilang “maaf teman teman aku tak sanggup menahan jajan es krim. sluuurrp aaaah” dan kelaspun tertawa. Dan ibu lucu pun bahagia. 
Ibu lucu nge-dongeng ceria banget
Setelah secara garis besar materi tersampaikan saya akan lebih memperlihatkan video sembari menstimulasi mereka untuk menggunakan uang dengan baik seperti untuk sedekah, kasih orang nggak mampu, dan sebagainya.
Syukurnya, semua kelas berjalan dengan baik rejeki anak solehah yang masih batuk-batuk dikasih anak-anak yang pengertiaaan di kelas.
Pengalaman terlucu saat saya ada di kelas terakhir, saya udah batuk terus, akhirnya saya ijin sama anak-anak makan permen batuk yang saya bawa kemana-mana karena setiap habis dimakan jadi enakan.
Kemudian anak anak bilang “Bu, kaya di iklan iklan” saya langsung deh ketawa ngekek sampe keselek hahaha. Terima kasih anak-anak jadi peghibur hati dan menginspirasi ibu lucu untuk selalu lebih baik di kelas. Semoga ada kesempatan lagi ketemu di kelas ibu lucu lainnyaaa!

“Bu, kita nggak foto kaya ibu lain?”

dan terima kasih tim nge-baksoooooo yang super helpful dan rameeeee!

Kelompok 6 super menyenangkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *