patah hati politik #dearPakAhok

ini kedua kalinya saya patah hati karena politik, dimana saya pikir tidak akan pernah mengalami-nya lagi.
patah hati dalam dunia politik saya pertama hadir ketika Bapak Menristek yang terrhomat pada saat itu dicopot. pada saat itu saya beneran sedih mahadahsyat sampai saya mikir kenapa ya orang baik dicopot, Pak Presiden ada apa ya?
tapi ternyata waktu dan peristiwa mngajak saya belajar banyak mengenai sosok beliau.
cukup sampai disitu, saya pikir patah hati saya tidak akan pernah muncul lagi, karena semakin banyak belajar akan semakin tahu rumit dan merumitkannya dunia politik ini.

ternyata ada patah hati yang lebih ganas menyerang saya, tepat hari ini 9 Mei 2017 ketika putusan hakim menyatakan Bapak Gubernur Jakarta yang kami sayangi diputus bersalah dan langsung harus ditahan.
sejujurnya saya nggak sanggup melihat semua video, televisi, dan stop dengan pemberitaan sejak siang tadi, karena saya beneran baper sampai nggak mood kerja (plis jangan ditiru).
“kok gitu banget ya, kaya si bapak ini seorang tersangka korupsi megatriliun”~ tapi dikarenakan politik dan hukum bukanlah keahlian saya, saya nggak pengen komentar tentang politik, dengan segala macam ini-itu-nya *saya ahlinya cuma mbanyol aja kok

saya seorang muslim, tapi buat saya keyakinan saya tidak menghalangi saya untuk begitu terkagum dengan sosok ini, kekaguman saya semakin dalam ketika semakin banyak hujatan untuk beliau.
ada hal aneh yang selalu saya percayai bahwa di jaman penuh ke-edan-an seperti ini tidak mudah jadi baik. akan selalu ada goncangan baik di dalam pikiran, hati, maupun goncangan lingkungan. tapi orang baik akan tetap berkharisma dan berkarakter dengan kebaikannya, tidak berubah dalam situasi apapun, dan akan selalu menginspirasi dengan ke-tidak-lazim-annya menjadi sok baik.
ditengah kelakukan Bapak Gubernur yang memang galak sama rakyat yang susah diatur, ketika dilihat dari sisi lain saya percaya ada maksud dengan tujuan jangka panjang yang lebih baik, yang kadang belom bisa dilihat dengan hati panas.
yang reklamasi lah, yang kalijodo lah, dll dsb.

Menanggapi isu keagamaan yang memang sangat disorot dalam hal Bapak Gubernur ini, kemarin tiba-tiba saya nemu artikel tentang “Gambaran Otak Pada Orang yang Ekstremisme Agama” di Kompas.com (8Mei2017)
Disitu disebutkan bahwa seorang ilmuwan dari Northwestern University, Jordan Grafman baru-baru ini melakukan studi tentang otak dan ekstremisme agama.
Ia menjadikan studinya dengan memperlajari otak 119 prajurit yang mengalami cedera pada perang Vietnam. Dari hasil yang didapat di jurnal Neuropsychologia Mei 2017, ekstremisme agama bisa terjadi karena ada kerusakan pada bagian ventromedial prefrontal cortex yang berada pada bagian depan otak dan telah diketahui terkait dengan sistem kepercayaan seseorang
Di jurnal itu disebutkan semakin banyak kerusakan, semakin ekstrem kepercayaan seseorang dan penurunan kecerdasan *ups! serta karakter yang kurang terbuka *mungkin maksudnya nggak mau menerima nasehat dan saran ya anak baper-an gituh :p
Meskipun di penelitian itu masih kurang variabel perbedaan jenis kelamin, perbedaan negara, juga sistem budaya dan sistem agama.
Artikel yang saya rasa sangat sangat cukup menggambarkan orang-orang yang saya nilai terlalu ekstrem menyalahkan.

Saya memang nggak setuju Bapak Gubernur mengaitkan dan membawa persoalan A-Qur’an. tapi karena Allah mengajari saya dalam agama untuk pemaaf, saya mencoba memaklumi atas kebaper-an beliau yang mungkin sudah terlalu lelah disudutkan dengan isu “beda agama”.
Jikalau nanti Bapak mendapat hidayah, saya harap bukan lagi suku yang akan dipermasalahkan mereka-mereka ya Paaaak. Karena saya rasa “ke-mencoba bersih-an” Bapak-lah yang banyak mereka tidak sukai dan dianggap mengkhawatirkan untuk “pihak tertentu”.

Selamat berjuang Pak,
Terima kasih sudah menjadi inspirasi untuk kami, generasi milenial yang tangguh!
Keyakinan kita untuk Tuhan memang beda Pak, tapi kepercayaan kita untuk tetap menjadi baik meskipun banyak orang jahat diluar sana, akan tetap sama!
Kami bantu lanjutkan perjuangan melawan “ke-kotor-an” yang ada. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah. Semoga selalu Allah mudahkan dalam kebaikan. Semoga selalu ada hidayah untuk kita. Dan Semoga kita adalah orang terpilih yang menerima hidayah!
AAAMIIIIIN
Putusan sudah ada, semoga sudah mengakomodasi harapan sebagian pihak. Dan semoga sudah tidak ada lagi Indonesia bagian baper lainnya. Enough is enough!
Perjuangan masih panjang woy~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *