psikosomatis, apa sih~

setelah berhasil survive dengan penderitaan dari psikosomatis chapter dewasa ini, akhirnya baru berani cerita.
apa sih psikosomatis itu?
Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau diperparah. Dengan kata lain, istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor mental, seperti stres dan rasa cemas. Sedangkan dalam istilah psikologi, psikosomatis atau penyakit “fungsional” merupakan kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan masalah pada fungsi tubuh walaupun tidak tampak kelainan pada pemeriksaan X-ray atau tes darah (www.alodokter.com)

actually, dari kecil sebenernya kata mama saya emang “beda” sama kakak saya dan adik saya.
saya termasuk anak yang introvert, nggak berani membuka diri, nggak mau gabung sama lingkungan baru, dan nggak bisa digetak (for sure).
nah mungkin dari kebiasaan yang begitu tumbuh gedenya malah kesannya jadi jutek dan galak yah, padahal ya emang nggak nyaman aja kalo harus beramah ramah manis terus dan mengesankan mentel (it happens dalam lingkungan baru yang belum nyaman yah).
nah persoalan nggak bisa digetak ini permasalahan banget sih. digetak adalah dimarahin, atau diajak bicara dengan nada suara tinggi gitu fyi.
papa saya adalah seorang yang galak. sebenernya bukan galak sih lebih tepatnya disiplin dan tegas.
dan di jaman kecil yang saya belum siap di-begitu-kan papa udah mempersiapkan kami sejak dini untuk diajak hidup tegas dan disiplin.
dianter sekolah nggak boleh telat, ada pr ketinggalan >> risiko, kalo belajar pr sama papa akhirnya saya pasti nangis, nggak mudeng nggak bisa masuk, yo ngono kaelah hahaha.
by the time, akhirnya kebiasa juga sama papa, mungkin juga saya semakin besar akhirnya ngerti maksud papa baik, atau mungkin akhirnya papa tau saya nggak bisa digetakin yang jelas saya dan papa has a good relationship eaaa :p

permasalahan getak menggetak ini sempet jadi masalah sewaktu saya kelas 6 SD.
saya ketemu sama guru yang sebenernya maksudnya baik, tapi saya nggak siap. hahaha. fyi, di SD saya tuh ada tingkatan kelas gitu kalo rata-rata nggak pas di kelas sekarang, kita bisa dinaik turunkan sesuai dengan dimana seharusnya rata-rata nilai kita sekarang.
nah, karena mama nggak memperbolehkan saya pressure saya nggak diperbolehkan naik ke kelas A1 sampai kelas 6 itu-pun setelah dibujuk rayu sama wali kelas saya. jadi sejak masuk sampe kelas 5, saya adanya di kelas A2 teruuuuus. kenapa pressure? karena kelas A1 isinya anak pinter semuaaaa sis.
dan karena saya anaknya minderan dan gampang stres yaudalah ikut kata mama aja :p
thanks to mama yang selalu ketemu sama guru dan kepsek sebelum rapotan yang membuat saya selalu boleh nggak naik ke A1.
nah alkisah di awal masuk 6A1, terjadi sesuatu antara saya dan guru IPA sewaktu itu, yang sampai bikin saya nggak mau sekolah dengan segala alasan penyakit.
ke dokter manapun nggak ketemu sakitnya, yaiyalah wong penyakitnya stres hahaha.
permasalahan selesai ketika guru-guru main kerumah nengokin dan saya ketemu sama pak guru tersebut, yang akhirnya saya tau bapaknya baik maksudnya bercanda :”
dan itulah psikosomatis pertama saya yang bikin heboh dunia :)))))

permasalahan selesai, dan saya nggak pernah lagi separah itu, palingan setiap mau rapotan aja dan nggak parah sih.
stres yang berujung psikosomatis itu berlanjut lagi ketika saya mau ujian UM dan SNMPTN. parah banget sih, saya sampai migrain akut dan nggak bisa bangun dari tempat tidur.
sejak saat itu saya udah declare “SAYA NGGAK MAU STRES LAGI. ENJOY AJA, CUEK AJA”
dan kemudian jadi kelewat cuek dan jutek :p
sampe sekarang :))))

seminggu kebelakang, masalah muncul lagi.
sejujurnya stres saya emang kambuh kalo saya banyak deadline kantor, tapi nggak pernah separah ini sih.
paling magh saya kambuh, atau nangis aja gitu udah puas.
dan yang terjadi sekarang adalah…
pernah nggak sih dengerin suara seseorang aja sampe badan gatel semua? atau deg-deg-an parah gitu?
tapi bukan jatuh cinta :((((
dan ini kejadian dua minggu lalu. parahnya setiap pulang saya ngerasa capek banget sampe nggak puas kalo nggak nangis, dan habis nangis saya pasti biduran parah semaleman. dan susah tidur sampe tengah malem.
saya beneran nggak habis pikir sama diri saya sendiri kok bisa yaaaah ya Allaaaaah.
sampe akhirnya suatu hari saya sadar sesuatu,
sore itu, terdengar suara yang menyanyakan saya “kamu kok tumben belom pulang” tapi dengan nada yang yaaa begitulah~
pertanyaan yang biasa kan, tapi…
sepanjang jalan pulang mulai tuh gatel badan, saya mikir ajaaaa kenapa ya orang ini ga bisa tanya baik baik, apa emang suaranya ya, apa nadanya ya, apa belom belajar how to speak well, atau apa saya yang baperan ya,
disela-sela mikir keras ini saya juga baca-baca buku yang dikirim sama seorang sahabat saya, yang isinya tentang menahan diri untuk nggak marah, semua emosi datangnya dari sendiri, kalo kamu marah itu dosa kamu jangan mengotori diri kamu dari dosa marah (thank to Gaby maluv).
disitu dijelaskan bahwa stres adalah bentuk tidak percayanya kita pada Allah. stres adalah bentuk kita tidak bersyukur dan harus bisa nahan marah.
bener kan, kalo saya sebel karena dimarahin untuk kesalahan yang saya nggak lakuin pasti syaa gondok, kalo sebelnya nggak keluar akhirnya nangis, kemudian biduran.
akhirnya pelan-pelan belajar buat sabar-sabar-sabar-ikhlas-ikhlas-ikhlas.
dan Bismillah semoga nggak akan kambuh lagi.

JANGAN STRESSSS YAH, NANTI KERIPUT SHAAAAY 🙂

2 thoughts on “psikosomatis, apa sih~”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *