Kajian 230718

Suatu Senin di minggu terakhir bulan Juli, bersama Aa Gym 🙂

Kajian dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an. Dan dilanjutkan dengan reminder Aa Gym bahwa…
Allah lihat segala keburukan yang kita lakukan; tapi Allah tutupi aib-aib itu.
Allah bimbing kita untuk dapat ilmu.
Allah buka hati kita untuk bertaubat. pun Allah mencintai orang orang yang bertaubat.

Allahuma Innaka Affuwun Tuhibbul Afwa Fa’ fuanni.
Sesungguhnya Allah maha pemalu dan menutupi dosa umatnya.
Maka sebagai manusia, ketika kita mendengar aib seseorang sebenernya itu adalah ujian. Allah sedang menguji kita mau denger apa nggak.
Karena kalo kita tidak mau mendengerkan aib orang lain itu, nantinya Allah akan menutupi aib-aib kita.
Namun, suatu hari ketika aib kita terbuka bagaimana?
Berkhuznuzon bahwa Allah sedang mengingatkan kita bahwa Allah kembali lagi menginginkan kita bermanja dan bertaubat kepada-Nya.

Sebagai manusia biasa, tentunya sedih dan mikir gitu ketika kita dipergunjingkan orang lain. Tenang saja.
Tuhan kita bukan mulut orang.
Tuhan kita bukan perkataan orang.
Tuhan kita hanyalah Allah.
Biarlah Allah yg membolak balik hati manusia dari semua pembicaraan dan gunjingan orang.
Sebaik baik risiko adalah memilih yang Allah sukai.

Ada sebuah hadist yang berbunyi, “Seluruh umatku diampuni kecuali orang yg secara terang terangan berbuat maksiat”
Jadi malamnya dia berbuat maksiat. Allah tutupi ketika malam hari itu orang tersebut berbuat maksita.
Tapi ternyata justru pelaku aib itu, dia berbangga menceritakan maksiatnya itu keesokan paginya. Itulah contoh orang yang secara terang-terangan berbuat maksiat, padahal sudah dibantu Allah dengan ditutup aib-nya.
Ini seperti suatu kisah, ada seorang lelaki mendatangi Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sudah bermesraan dengan wanita tadi malam, dan wanita itu bukan pasanganku (istriku). Sekarang aku minta hukumanmu ya Rasulullah.
Umar bin Khatab yang berada di tempat kejadian, mendengar cerita itu langsung menjawab “Seungguhnya Allah akan menutupi aibmu jika kamu tidak menceritakannya”

Jika kita terus-terusan melakukan aib, kok rasanya makin lama makin ahli, terus rasanya kok Allah nggak ingetin kita ya? Berarti sejenis dibolehkan ya sama Allah?
Tentu tidak.
Itu yang disebut. Istidjra. Bentuk hukuman dari maksiat. Lebih lancar berbuat maksiat. Maka terbenam dalam kemaksiatan yang selanjutnya membuat merasa nyaman berbuat maksiat. Ingatlah bahwa Allah selalu bersama kita dimanapun kita berada, seperti yang diterangkan dalam Q.S. Al-Hadid:4 yang artinya “…Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”
Allah melihat apapun yg diperbuat. Mau diperlihatkan mau dirahasiakan.

Ingatlah,
Barang siapa menutup keburukan seseorang di dunia.
Maka Allah menutup keburukan seseorang di akhirat.

Masya Allah. Tabarakallah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *