Kajian 080418


8 April 2018 – Ballroom Kartika Chandra
Dapet kesempatan dateng khusus acara pengajian-nya Ustadz Hanan Attaki, Ustad kekinian yang pembawaannya santai aja waktu kasih nasehat.
Sejujurnya saya nggak bisa tuh yang dakwahnya keras gitu. Belom cocok :p
Hari itu, Ustadz Hanan membahas mengenai nge-japri Allah.

Sesuai Qur’an Surat Tahaa ayat 24-34.
Waktu itu Allah meminta Nabi Musa untuk datengin Fir’aun. Karena orang ini udah keterlaluan banget.
Terus Nabi Musa berdoa minta kemudahan “Rabbi Sharli Sadri wa yassirli amri wahlul muqdatan mil-lisaani yafqahu qawli” yang artinya Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Supaya mereka mengerti perkataanku.
Terus Nabi Musa juga minta Allah supaya boleh ditemenin Nabi Harun. Karena kan Nabi Harun lebih familiar dengan lingkungan sana.
Di ayat 33 dan 34, disebutkan Nabi Musa minta supaya terus bisa menjaga tasbih kepada Allah dan banyak mengingat Allah ketika melaksanakan tugas ini.

Selain itu, ada suatu cerita ketika Umar curhat sama Rasulullah.
Rasulullah menimpali curhatan beliau, dengan mengatakan “Ya Umar, ketika kamu merasa mentok di dunia. Jangan pernah katakan Ya Allah aku punya masalah besar. Tapi katakan Kau yang maha besar ya Allah mohon bantu hamba. Ya Allah aku minta ridhoMu dan surgaMu” begitulah. Mari dipraktikan.

Ada beberapa tips dari Ustadz Hanan, agar doa terkabul ketika nge-japri Allah.
1. Berdoalah yang spesifik
2. Berdoalah dengan hati yang tulus
atau biasa disebut ilhah yang artinya mengiba kepada Allah.
Ini seperti yang dicontohkan ketika Nabi Yunus berdoa saat berada ada di perut ikan hiu.
3. Berdoalah dengan etika. Inget nih, kalo kita lagi minta sama orang tua kita, yang sesama manusia aja.
Pasti ada etiknya kan?
Adabnya – awali dengan istighar, kemudia memujilah kepada Allah. Sebutlah nama nama Asmaul Husna yang cocok.
Misalnya mohon ampun sebutlah Ya Allah ya Ghaffar. Nah setelahnya baru deh ceritakan masalahnya dengan mengemis.
Katakan dengan dengan jujur karena Allah tahu isi hati manusia.
4. Tawasuh
Ketika kita berdoa atau mau sesuatu, buatlah istilah kasarnya “pancingan”
Jadi kita mendekatkan diri ke Allah dengan perantara misal sedekah, minta didoakan orang soleh.
Jangan lupa minta doa orang tua. Karena restu orang tua segalanya.
5. Ghibtoh
Cemburulah kepada orang yang berbuat baik

Ustadz Hanan mencontohkan ketika nge japri Allah dengan spesifik.
Ada suatu cerita waktu pengajian itu tapi saya lupa persitiwanya gimana, yang jelas dalam peristiwa itu ada seorang yang berdoa sangat spesifik yaitu “Ya Allah jangan panggil aku sebelum aku menikahkah aku dengan …”
Nah, isilah titik titik itu sendiri sendiri :p

Setelah selesai dengan sesi pengajian, munculah sesi tanya jawab yang nggak jauh pertanyaan dari jodoh menjodohkan :p
Ada beberapa statement yang menurut saya cukup baik.
Dalam islam, Mahkota laki laki adalah tanggung jawab. Sedangkan mahkota perempuan adalah rasa malu.
Pun begitu, ketika seorang perempuan sudah menaruh hati pada seorang jangan malu aja diem aja, contohlah yang terjadi pada Nabi Musa waktu itu.
Kan istri Nabi Musa seneng duluan karena ditolong kan, kemudian ngadu-lah ke ayahnya.
Tipsnya kalo perempuan yang seneng cari mediator buat mengkhitbahkan 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *