Kajian 310518

31 Mei 2018 – Hall Senayan City Lantai 8 – Ustadz Hanan Attaki.

Acara ini merupakaan Indonesian Hijabfest. Salah satu acaranya adalah Tarawih dan Pengajian bareng Ustadz Hanan Attaki.
Seperti biasa, di kesempatan yang beliau jarang temuin orangnya beliau akan baca surat Ar Rahman yang luar biasa menyayat hati.
Malu sama diri sendiri kalo lagi dibacain ngeliat artinya.
Manusia yang kurang syukur yang cuma ngeluh aja. Astaghfirullah.

Dalam kajian ini, Ustadz Hanan bercerita bahwa
“Innamal a’malu binniat” ini merupakan Al-Fatihah-nya para hadist.
Kenapa disebut begitu?
Karena segala sesuatu tergantung niat. Karena niat adalah kunci memahami dan mengamalkan.

Beliau mencontohkan nih,
Istighfar nya seorang 1000 kali ga akan ada nilainya kalo niatnya ga bener. Misalnya pamer atau riya’.
Atau mungkin abis istighfar gitu terus nyeletuk “kalian nih ya geng, gosip aja, mendingan aku dong istighfar. selama kalian gosip tadi aku istighfar 1000 kali tauk”
Wis bubar pahala-nya.

Pintunya amal amal sholeh ini adalah innamaal amalu binniat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Surah – penampilan.
Ini seperti bagaimana kita tampil didepan orang, bagaimana berhijab, berias, dan lainnya.
2. Sirah – perbuatannya (amal).
Ini adalah sholat, atau ngajinya seseorang.
3. Sarirah – perasaannya.
Apa yang di niatkan untuk melakukan atau menampilkan sesuatu

Alkisah ada seorang pendosa. Karena dosanya yang banyak, orang ini berniat hijrah.
Ditengah jalan, dia meninggal.
Malaikat kebingungan gimana ya caranya mengakui orang ini? sebagai seorang yang berniat hijrah, atau pendosa ya?
Setelah berkonsultasi dengan Allah, Allah memerintahkan untuk mengukur jaraknya lebih dekat ke tempat aslinya pendosa atau lebih dekat ke tempat hijrahnya. Konsultasi dengan Allah ini dilakukan malaikat karena beliau nggak bisa baca hati dan niat manusia, yang bisa tahu dan ngerti isi hati manusia hanya Allah.
Allah melihat niat seorang ini yang berniat hijrah Lillahi Taala, makanya Allah perintahkan bumi untuk bergeser agar tempat orang ini lebih dekat dengan tempat hijrahnya.
AKhirnya masuklah orang ini ke surga.

Cerita ini beneran menunjukkan bahwa menjaga sirarah itu penting. Karena itu yang dilihat Allah.
Istafti qalbad- tanya ke hatimu ketika kamu berpenampilan atau berbuat sesuatu karena Allah alimun bidatissudur – Allah tidak bisa dihobongin. Allah tau isi hati manusia.

Ketika orang berniat baik, maka Allah mencatatkan satu kebaikan.
Ketika jadi melakukan kebaikan, hanya 10 kebaikan dicatat.

Sebaliknya kalo niat buruk, doosanya melakukan niat buruk itu di hold sampai beneran dilakukan.
Kalo niat buruk dilakuin baru deh diakuin jadi 1 dosa. Kalo niat buruk nggak jadi dilakuin, jadilah 1 kebaikan.

Untuk kita yang sedang belajar atau sudah dalam proses hijrah, please jangan merasa paling baik, paling suci, paling benar. Karena hal itu juga dibenci Allah.
Biarlah Allah yang menjadi penilai di yaumul hisab nanti, tugas kita sebagai manusia, beramalah sebanyak banyaknya jagalah niat segala amalan untuk Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *