Kajian 290418

Kajian Tauhid kali ini dalam rangka mempersiapkan diri kita menuju bulan Ramadhan.

Di awal dibaca Q.S> AL-Baqarah: 183-185
(183) Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa
(184) (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui
(185) (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Qur’an Surat tersebut mengisyarakkan bagaimana besar Allah mencintai umatNya. Tidak ada yang lebih besar dari cinta Allah kepada umat-Nya.
Kenapa sebegitunya? Allah menyuruh sholat dan ibadahnya hanya karena Allah ingin umatnya kembali berkumpul di surga.

Ibadah-lah yang total selayaknya kita diminta bos ataupun orang tua kita menyuruh. Tidak hanya sekedarnya.
Misalnya sholat tepat waktu dan sholat dengan kualitas.
Seperti apakah itu? Mengerti niat sholat, bacaan sholat, dan makna dari setiap gerakan sholat.

Begitu-pun shaum nanti. Jangan hanya sekedar puasa.
Ada jenis shaum yang derajatnya paling tinggi. Apakah itu? Shaumnya ahli takwa.
Yaitu
1. Shaum perut
Jangan lapar mata melihat banyak takjil. Buka secukupnya terus sholat.
2. Shaum mata
Ingatlah Allah maha melihat dan malaikat juga melihat. Banyakin baca Al-Quran dibandingkan melihat hal yang aneh aneh.
3. Shaum telinga
Tidak sengaja mendengar aib langsung kepikir. Urusan orang lain biar jadi urusan dia. Urusan kita membersihkan hati. Tidak semua perlu didengar. Pilihlah hal yang jika didengar membawa kebaikan.
4. Shaum pikiran
Susah tidur itu disebabkan karena kebanyakan mikir dan kurang zikir. Segala jenis pikiran kalo mau tenang langsung sambungkan ke Allah. Hati jadi lebih tenang nggak jadi pikiran.
5. Shaum mulut
Ada hadist yang mengatakan “Hendaklah berkata baik atau diam”. Kalo yakin kebermanfaatan dan konten dari pembicaraan kita baik silahkan berbicara. Kalo nggak silahkan diam
6. Shaum hati
Shaum dari kemelekatan selain Allah. Ingatlah selalu Lailahaillalah. Tidak ada Tuhan selain Allah.

Tidak ada satupun yang terjadi di dunia tanpa kekuasaan Allah. Dan hanya doa yang bisa mengubah takdir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *