Kajian 110718

Rabbanians. Suatu kajian yang rutin dilakukan di Masjid Al Azhar Sisimangaraja, Kebayoran. Yang dilakukan setiap hari Rabu.

Dalam kajian yang disampaikan Ustad Subhan Bawazier yang bertemakan tersipu malu. Beliau menjelaskan bahwa malu bahasa arabnya hay yang artinya kehidupan. Identik dengan orang hidup pasti punya rasa malu.
Nah, kalo tersipu malu: khozal. Ini adalah sifat yg cenderung dimiliki anak anak dan wanita.
Orang yang tidak punya malu: diibartkan tapal kuda (dalam bahasa arab).

Tersipu malu ini seperti yang dinyatakan dalam Q.S. Al Qasas 23-27.
(23) Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.
(24) Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”.
(25) Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: “Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami”. Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu’aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu’aib berkata: “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu”.
(26) Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.
(27) Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”.

Cerita diatas berkisah tentang Nabi Musa.
Suatu hari, Nabi musa sampai di sumber mata air. Sesampainya disana, ada 2 perempuan nunggu antrian (yang ternyata diketahui anak Nabi Syuaib). Kalo diibaratkan jaman sekarang nih, Nabi Musa berkata “kalian berdua ngapain disini cewek cewek”
Perempuan itu menjawab “Kami mau ambil air disitu buat unta-unta kami minum, tapi kami nggak berani nimbrung. Karena disitu laki semua. Jadi kami nunggu giliran selesai aja. Ini emang pekerjaan laki sih, tapi ortu kami sudah tua jadi kami aja yg lakuin”
Kemudian mendengarkan penjelasan itu, Nabi Musa segera mengambil air dan memberikan minuman kepada unta-nya kedua perempuan tadi.
Besoknya perempuan ini dengan malu-malu mendatangi Nabi Musa “Ayah kami memanggil kamu, karena kamu telah berbuat baik kepada kami”
Yang kemudian dinikahkan dengan putrinya itu. Intinya perempuan tadi jatuh hati sama kebaikan Nabi Musa, tapi nggak berani bilang karena menjaga malu, akhirnya meminta ayahnya.

Malu bagian dari iman.

Jenis malu dalam islam
1. Malu adalah iman. Sehingga malu karena merasa salah dan dosa itu penting. Dan oleh karenya perlu dihapus dengan minta maaf dan taubat.
Kesalahan kamu di masa lalu harus dibayar dgn tobat sekarang. Jangan pernah malu bertaubat.
2. Malu itu akhlak. Malu adalah pakaian takwa. Sesuai dengan Q.S. Al Araf:26.
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”
3. Malu ini membuat sempurna

Ada beberapa pertanyaan setelah sesi ini.
Yang pertama, seseorang malu solat ke masjid karena takut riya’.
Jawaban Ustadz, jangan malu. Karena sesungguhnya sholat ke masjid itu menjawab Hayyalasshala.
Sembari jalan ke masjid sambil istighfar supaya nggak jadi riya’.
Lakukan yang wajib dan yang sunah beriringan.
Kata Allah, lakukan yang sunah sampai Allah jatuh cinta padamu.
Karena Allah jatih cinta pada kita, Allah akan menjaga mata dari apa yang lihat; menjaga yg didengar dari yang telinga dapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *