Kajian 150718

dapet kesempatan belajar salah satu hal yang asing tapi pengen banget dipelajari.
why should be ta’aruf? hehe saya pribadi sih bukan yang fanatik atau gimana gitu, cuma…. semakin kesini semakin pengen belajar yang mendekati ke arah ajaran agama yg bener.
dan juga karena saya tipe orang yg all-out kalo jatuh hati atau jatuh cinta saya ngrasa capek sudah all out kasih hati dan effort tapi… disananya ya begitulah… yang nggak seriuslah, yang emang nggak siap komitmen-lah, yang kebanyakan syarat harus ini itu, akhirnya bubar jalan aja πŸ™‚
belajar percaya aja, kalo niatnya baik buat Allah insyaAllah hasilnya baik πŸ™‚

ada apa di kajian ini?

di sesi pertama yang dibawakan oleh Mario, beliau mengkaji kenapa sih yang taaruf itu lebih banyak wanita dibanding lelaki? jawabannya adalah karena… lelaki takut.
kebanyakan lelaki merasa belum siap dengan materi selayaknya pertanyaan “emang habis nikah mau kasih makan anak orang apa”
padahal, lagi lagi menurut Mario beliau menjelaskan bahwa didalam Al-Qur’an sebenernya dijelaskan bahwa tanggung jawab suami yang utama dalam imam sebagai kepala rumah tangga adalah bahwa suami harus menjamin keluarganya masuk surga.
lebih jelasnya, mencari nafkah hanya sebagian dari mencukupkan rizki untuk keluarga.
di sesi ini juga Mario menceritakan detik-detik beliau mau menikah, ketika uang di atm-nya hanya 300 ribu rupiah.
beliau muter muter cari kerjaan, nawarin diri jadi kameramen kek, pemain pembantu kek, apa aja lah asal ada uang, buat ngelunasin segala mahar. sampe kepikir-pun mau utang ajalah sama calon istrinya kalo mepet-mepetnya nggak ada rejeki lagi.
saking capeknya seharian cari kerja tanpa hasil, tidurlah dia.
besok paginya, biasanya nih beliau bangun tidur main handphone atau baca koran, pagi itu pengen aja nonton tv. dan masyaAllah beliau melihat iklan lamanya muncul lagi, dan re-make pula.
setelah bongkar bongkar kontrak dan make sure bahwa iklan itu bener punya beliau, jadilah beliau urus semuanya dan Alhamdulilllah jadi deh cair duit buat beli mahar dan urus segala persiapan nikahan πŸ™‚
MasyaAllah. Mario memberikan salah satu case yang membuktikan bahwa “kalo niat nikah niat ibadah menyempurnakan agama, yakin pasti rejeki dicukupin aja sama Allah”

Sesi kedua, diisi oleh salah satu founder lovecoah, Sani. Apakah itu lovecoach? Katanya sih sejenis platform semacam perjodohan muslim gitu. Lebih banyak sih menampung wanita.
Sani menceritakan dari hasil survey-nya kepada calon pengantin wanita dan pria, ketakutan yang paling dasar bagi lelaki adalah ketakutan yang tidak jauh dari uang (finansial) dan menghadap calon mertua yang laki laki. Nah ketakutan perempuan adalah takut salah pilih.
Sani memberikan sugesti ketika taaruf optimalkan quality question dan quality time. jangan tanyakan yes no question sehingga kita bisa mendapat jawaban yang banyak.
Disesi ini juga, sempet mengundang salah satu orang yang berhasil melakukan taaruf dengan mediator Lovecoach ini. Kalo pada mantengin ig Mario dan Dita pasti paham siapakah mereka πŸ™‚
Ada satu yang bikin nyesss di saya waktu baca doa sang perempuan di caption ig-nya yang intinya “ya Allah jika jodoh di dunia lebih banyak membawa mudharat padaku. aku ikhlaskan dan pasrahkan jodoh padamu di akhirat ya Allah. Mohon kuatkan ikhlaskan dan berikan aku kesabaran”…
kurang lebih begitu. nangis sis bacanya~~~

Sesi terakhir nih gong-nya sama Ustadz Abu Fida. MasyaAllah adem banget kalo Ustadz ini kasih pengajian. Lebih kaya guru lagi nasehatin anak nakal jaman SD sih :p
sama sekali nggak menggurui, dikemas asik.
Diajarkan Ustadz Abu Fida, ada 3 ilmu yg harus dikuasai sebelum nikah.
1. Tes jasmani – boleh tes jasmani seperti tes kesehatan seperti bisa punya anak atau ga
2. Ilmu menikah – Edukasi sebelum nikah
3. Nafaqah – bagaimana menggali potensi suami. Misal tanya pendapatannya dengan cara yang sopan.

Banyak orang yang menuntut dibahagiakan oleh pasangan setelah menikah, seharusnya sebagai manusia jangan menggantungkan kebahagiaan pada pernikahan. Tetapi tetaplah buat kebahagiaanmu sendiri. Suami dan istri itu partner itu saling berbagi kebahagiaan πŸ™‚
Masya Allah. Adem sis.

Ketika kita mau jodoh seseorang, deketin Allah karena kalo kita mau umat-Nya ya deketin penciptanya.
Mantapkan tujuan kita mau nikah sebenernya tujuannya apa sih.
Nah, setiap kita punya kenalan baru entah cewek atau cowok, yakinlah bahwa setiap teman adalah pintu rejeki terbaru. Bisa jadi pintu rejeki jodoh, bisa jadi pintu rejeki lainnya.
Kemudian kita harus terus membuka diri, meskipun sudah submit proposal ta’aruf jangan malu jangan menutup diri buat tetep cari kenalan baru.
Modus dalam tujuan pernikahan diperbolehkan.
Misalnya seperti kisah anak Nabi Syu’aib yang seneng sama Nabi Musa waktu ditolong kasih minum untanya, kan beliau bilang sama ayah-nya “ayah orang ini jujur, perkerjakan saja beliau untuk keluarga kita”
Nabi Syu’aib ya paham kode anaknya yang pemalu ini bahwa anaknya sudah jatuh hati sama Nabi Musa πŸ™‚
Tenang, Siti Khadijah juga naksir Rasulullah duluan. Tapi dengan cara yang elegan. Sehingga nggak ilfeel.
Salah satu tips buat perempuan yang ta’aruf adalah Taaruf pun tetep ada gregetnya dalam β€œmengejar
Jadi sebagai perempuan ya teteplah menjaga harga diri. Kita boleh naksir duluan sebagai perempuan. Boleh juga mengajukan proposal duluan.
Pertanyaan muncul di saya, kalo kita-nya seneng udah kagum jatuh hati, tapi dia-nya nggak seneng pieeeee jal?

Tips buat perempuan lagi. Sebagai perempuan jangan memiliki self defense terlalu tebal. Ingatlah bahwa lelaki hanya mau bertarung dengan area yang dia sudah tau dimenangkan. Untuk lelaki-pun jangan minderan hanya karena melihat sekilas sekilasnya perempuan. Kalo menurut kamu dia memang tipe perempuan yang baik ambillah, soal soal duniawi yang bikin minder pasti masih bisa diperbincangkan
Kuncinya terbuka saat Taaruf :))

Buat yang sedang bertaaruf baik laki-laki maupun perempuan, ada salah satu cara mengenali calon pasangan kamu. Cek sholat nya.
Kenapa? Kalo sholatnya bener insya Allah hidupnya bener.
Kalo buat seorang lelaki nih, imam solat dan imam rumah tangga ada koneksinya.
Waktu dengerin ini saya senyum senyum aja hehehehe persis yang selalu mama saya bilang. Mama saya cuma pesen solat sama ngaji-nya dilihat :p

Selanjutnya, jodoh adalah ketetapan Allah. Mau jungkir balik kaya apa, pasti jodoh kita ya seseorang yang sudah ditetapkan Allah tersebut. Menurut beliau, mendapat jodoh dibagi 3, yaitu ada yg cepet; ada yg dilambatkan; tidak cepet dan tidak lambat tetapi disiapkan Allah di surga. Masya Allah T-T

Untuk menjemput jodoh ada 3 ilmu, yang harus dimiliki.
1. Ilmu tauhid – segala sesuatu dilakukan karena Allah. Lillahitaala.
2. Ilmu fiqih – taufiq untuk mencari kemudahan dengan mengkombine beberapa fiqih seperti wanita jangan memberatkan mahar.
3. Hikmah – makna dari sebuah pernikahan itu apa.

Berpositif thinkinglah dengan Allah.
Jangan jangan kita ditunda menikah karena Allah memang pengen kita bermanja manja; kita belajar tentang menikah lebih dalam; kita beramal kepada Allah di jalan lain dulu.

Perhatikan Q.S. Ar Ruum:21

Menurut Ustadz Abu Fida, kuncinya dalam ayat qur’an ini adalah Litaskunuw ilaihim. yang artinya “agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya”.
Itu juga yang menjadi kunci dalam pernikahn :))

Janganlah kita fokus pada kekurangan pasangan, tapi fokuslah pada kelebihan dan kebaikannya. Setiap kelebihannya disyukuri.
Ini seperti cerita Rasulullah ketika sepulang perang, Rasulullah minta minuman teh. Kemudian Aisha bikinin nabi teh sesuai permintaan eh dilalah saking senengnya suaminya selesai perang, Aisha lupa nih kalo ternyata yang dimasukin ke teh adalah garam.
Tanpa sadar kesalahan kan dibawainlah teh ini ke Rasulullah. Pas minum Rasulullah shock dong.
Tahu apa yang dikatakan Rasulullah setelah capek lelah pulang perang mendapati istrinya membuatkannya teh berisi garam?
Ya Aisha sini deh cobain teh-nya. Pas kemudian Aisha cobain, Aisha shock dong malu sedih kok bisa-bisanya bikinin teh aja failed.
Melihat Aisha bersedih, seorang Rasulullah cuma nge-gombal “Ya Aisha, pahit asin dan getir ada semua di hidup ini. tapi manisnya ada di wajahmu”
:))) MasyaAllah.

Di akhir acara, Ustadz Abu Fida memberikan beberapa tips untuk berhasil dalam taaruf.
1. Orang soleh pasti kumpulnya dengan orang yang soleh/solehah juga.
Harus sadar bahwa jika menginginkan bersama dengan orang yang soleh atau solehah, maka berkumpul dengan orang soleh/solehah.
2. Instropeksi diri akan kesalahan dan dosa kita.
Ustadz Abu Fida juga mengingatkan untuk kita semua yang mungkin masa lalunya penuh khilaf kaya saya :))
ketika pacaran kemudian menyakiti perasannya, tiada diampuni dosanya kecuali minta maaf sendiri.
3. Jika gagal, berusaha lagi. Man jadda wa jadda. Jangan mudah menyerah. Karena ikhtiar dan tawakal haris jadi satu paket
4. Takarrub illallah. Dekatkan diri pada Allah minta sama Allah. Tidak putus asa dalam berdoa.
Yakinlah bahwa Allah memberikan apa yang baik untuk umatnya. Bukan apa yang disukai umatnya (Q.S. Al-Baqarah:216).
Bisa jadi yg Allah kasih bukan dia yg soleh, tapi merupakan ladang pahala buat kita. Mungkin dengan kesabaran kita bisa berubah.

Bismillah ya Allah.
Semoga segala niat baik dimudahkan Allah πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *