rumput tetangga

“rumput tetangga selalu lebih hijau”

ini yang selalu jadi bayangan saya sebagai manusia, ketika melihat teman kerja saya di tempat lain yang sejenis.
jangan dijabarin ya nanti ketahuan~

perkara tempat kerja memang sesuatu yang nggak akan pernah ada habisnya kalau dibahas,
kalau sekantor yang dibahas ya bos-nya, kerjaannya, suasana kerjanya, lingkungannya kan ya?
karena mau bahas gaji juga sama, dan buat saya meskipun saya sama teman-teman saya tahu sama tahu soal berapa nominal yang kami terima,
persoalan duit ini biar jadi rejeki kita yang nggak perlu diperbincangkan.

belakangan, maksud saya sejak dituliskan penempatan saya,
saya (dan beberapa teman sesama pejuang) sering sekali membandingkan kondisi kami dengan kondisi teman di tempat lain di kantor yang sama yang sejenis.
bahkan nggak jarang, setiap ada bos pembesar dari tempat-tempat tersebut, kami sering bilang “itu bos aku tahun depan” sembari meng-Aaamiiin-kan dari dalam hati kami masing-masing.

hari ini, ada pengalaman berbeda ketika saya tetiba saja ditugaskan untuk membantu suatu event yang mengharuskan saya bertemu dengan teman-teman di tempat lain di kantor yang sama yang sejenis.
awalnya sih teman-teman kami nih memancing kami dengan tanya-tanya soal tupoksi,
dan kemudian menjalarlah dengan curhatan soal pekerjaan dan lain-lain.
yang kemudian membuat saya sadar, bahwa tempat impian saya-pun tidak lebih baik bahkan hampir sama dengan kondisi di tempat yang ada sekarang.
saya menjanjikan sama diri saya sendiri tidak lagi untuk membandingkan kondisi saya dengan orang lain,
tidak lagi menginginkan apa yang mungkin memang tidak digariskan dalam hidup saya.
saya bertekad untuk lebih belajar ikhlas dengan keputusan-Nya.

hari baik, yang penuh pembelajaran, terima kasih~

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka akan Aku tambah (nikmat) kepadamu.
Tapi jika kamu mengingkari (nikmatku), sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *