Seberapa manfaatkah hariku?

Hari ini saya full mengheningkan cipta atas apa-apa saja yang saya perbuat selama ini sehari-hari.
Sudah baikkah saya melewati 24/7 saya?
Sudah manfaatkah saya?
Sudah optimalkah saya?
Sudah seimbangkah dunia akhirat saya?

Sudah pantaskah jika tiba tiba saya dipanggil minta surga kepada Nya?
Dan ketika dapat surganya, Allah akan bilang “ini karena amalan-amalanmu di-dunia dan doa baik sekitarmu” ataukah “ini hanya karena pahala atas ghibah-an tentang perilaku burukmu di dunia”
The second point is not my goal of life.

Semuanya tentu senang dapet kebaikan dan kebahagiaan, tapi kalo kebaikan dan kebahagiaannya makan kebaikan orang lain, apa seneng juga?
Kalo saya kok nggak yah :”
Atas pemikiran itu, saya mulai mengheningkan cipta atas hari hari saya.

Dari pagi sampe malem di kantor. Kadang sampe rumah masih harus balesin grup atau email printilan kantor. Nanti sabtu minggu masih juga pegang urusan kantor. Jadi makin ahli, makin inovatif, atau makin mem-babu-buta yah?
Ada yang sampe setiap hari harus keluar urat marah marah dan merasa paling sibuk di dunia, ada nggak ya manfaat dan kebaikan yang dibuat hari itu selain dalam materi?
Coba kita renungi dari diri kita sendiri, Apa makna keberadaan dan ketidak adanya kita. Orang lain merasa seneng ap risih ya sama keberadaan kita?

Nggak perlu di sebut. Cukup kita dan Allah yang tahu.
Jangan sampai 24/7 habis dan tanpa manfaat. Jangan sampai urat marahmu terus keluar tanpa ada orang merasa ada solusi.
Jangan sampai surga yang kamu dapat atas hasil obrolan ghibah tentang kamu.

Bismillah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *