the strongest one, our swetheart eyang

tulisan ini awalnya akan saya tulis seminggu setelah kepergian eyang, tapi hati belum bisa ditata.

ibu ini bernama sriwiyati. yang ketika semua yu-yu yang menjaga saya memanggil-nya den sri.
eyang, sudah menjadi single parent sejak tahun 1980-an *saya lupa.
disaat itu, eyang putriku yang kupanggil eyang (karena sejak semua cucu lahir kami nggak punya eyang kakung) membesarkan keempat putra putrinya sendirian, berdasarkan hasil tangannya sendiri.
papa saya, yang paling besar diantara adik-adiknya pun masih kuliah. dan tante-ku yang paling kecil saat itu masih SMP.

sejak kecil, ketika kami bobo di rumah eyang (agenda kami sabtu-minggu), eyang selalu menceritakan eyang kakung, perjuangannya jualan, membesarkan anak-anaknya, masa kecil papa dan om tante, dan masih banyak cerita lainnya yang selalu repeat on, sampai kami suka menggodainya dengan statement “ping pitu”. yang artinya eyang udah cerita itu dibolan baleni aja hahaha.
maaf eyang cucumu dan anak-anakmu usil.

begitu saya besar, saya baru tahu makna ceritanya, beliau ingin kami berjuang. bukan hanya lemah menerima keadaan.
beliau ingin meng-internalisasi kami dengan kekuatan wanita super.
alhamdulillaaaaah so lucky me eyang.

beberapa tahun belakangan, sejak saya bisa mengendarai mobil dan masih di Jogja, setiap mendekati tanggal 5, saya nggak absen untuk antar jemput eyang dari kentungan ke beji, karena eyang masih selalu pengen ikut arisan, karena menurut beliau “ketemu temen temen yang masih seumuran dan sehat menyenangkan”.
terkadang pun saya jadi supir para eyang arisan. asik deh dengerin beliau beliau nostalgia di setiap sudut kota jogja cerita bahwa ini dulunya ada jualan a, ini dulunya bangunan b, dulu anakku sekolah disini terus tak jemput naik becak, and so on.

eyang memang nggak sehat betul, paru-paru dan jantungnya agak bermasalah. walaupun begitu beliau semangat sekali untuk sehat.
salah satu yang lucu dari eyang yang paling disebelin dari semua dokter adalah “ngeyelnya” hahaha. beliau selalu bilang sehat kok dok walaupun disuruh istirahat, dan minum obat a b c sesuka hati beliau yang kadang sudah diganti resep. karena katanya “enak dok kalo habis minum obat itu” ahahaha.

eyangku yang cerdas, yang dikagumi oleh seorang “mantan teman dekat-saya”, karena setiap teman saya menjemput, selalu diajak rembugan tentang teka teki silang di setiap koran yang ada di rumah maupun dibawa papa dari kantor.
dan herannya semua teka teki silang ini lebih cepat dikerjakan eyang daripada teman saya.

eyangku yang taat, yang setiap adzan langsung buru-buru wudhu dan sholat dilanjut ngaji. yang bolak-balik ingetin saya yang dibaca jangan cuma ayatnya mbak, tapi juga artinya.

eyangku yang ingatanya begitu baik, karena selalu mendoakan kami cucunya satu persatu urut tuo dan dengan nama panjang kami sesuai hajat beliau untuk kami, dan nggak pernah absen menelepon cucunya ketika cucunya ulang tahun.

eyangku yang begitu penyayang, yang rajin menelepon-ku di jam makan siang hanya untuk ingetin makan dan sholat, ataupun untuk sekedar tanyain masnya yang dulu kabarnya gimana.

eyangku yang semenjak 2-3 tahun belakangan setiap saya dan cucu lain ucapkan doa semoga panjang umur dan sehat di setiap akhir telepon kami ataupun ucapan ultah kami, hanya menjawab “umurku sudah panjang mbak, didoain sehat aja ya”.
ternyata itu adalah tanda bahwa Allah sudah mengingatkan ya eyang?

eyang, tahukah engkau bahwa kemaren aicha lihat film la-la-land, daster kuning mbak ema dan piano-nya sebastian buat ema, selalu mengingatkan akan eyang?
rindu,
Al-Fatihah, semoga Eyang ditempatkan terbaik didekat Allah, dan kita semua bisa kumpul lagi di surga,
Aaaaamiiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *