vaksin HPV

hari ini hari kedua saya vaksin HPV. Vaksin HPV merupakan vaksin yang menurut saya cukup penting untuk perempuan Indonesia bahkan mungkin dunia. Mengapa begitu? Konon menurut data Yayasan kanker Indonesia, penderita kanker serviks di Indonesia mencapai angka 15.000 penderita. Dan kebanyakan pasiennya meninggal karenanya.

Karena tingginya angka kanker tersebut, saya penasaran dong sebenernya apa yang menyebabkan tingginya angka tersebut di Indonesia? Ada beberapa banyak faktornya seperti terinfeksi virus HPV, gonga ganti pasangan seksual, merokok, rendahnya sistem imun, berhubungan seksual di usia dini dan melahirkan di usia dini, riwayat keluarga, dan rendahnya pengetahuan tentang kanker serviks.

Karena terinfeksi virus HPV merupakan salah satu faktornya dan faktor penolongnha adalah vaksin HPV makanya kita bahas ya. Menurut website IDAI, Vaksin HPV adalah vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus HPV. Virus tersebut dapat menginfeksi manusia pada sel epitel di kulit dan membran mukosa (salah satunya adalah daerah kelamin), dan dapat menyebabkan keganasan atau kanker. Virus yang bisa menyerang permepuan dan laki laki ini memiliki banyak tipe, di antaranya tipe HPV 16 dan 18 yang paling sering ditemukan di seluruh dunia dan diketahui sebagai penyebab 70% kasus keganasan di serviks/leher rahim wanita. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin. Cara penularannya terutama melalui kontak atau hubungan seksual. Ada beberapa jenis vaksin yang ditawarkan di indonesia antaranya gardasil dan cervarix. Katanya sih gardasil lebih banyak membunuh jenis virus HPV dibanding satunya. Dan tentunya harganya lebih mahal.

Vaksin ini bisa diberikan kepada pasien dalam 3 tahap. Nah 3 tahap ini harus dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan. Mungkin ini yang menyebabkan banyak orang berasumsi melakukan vaksin HPV paling baik 6 bulan sebelum menikah.
Beberapa waktu yang disarankan adalah:
a. Vaksin 1 ke 2: minimal 1 bulan dan maksimal 3 bulan
b. Vaksin 2 ke 3: minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan
Nah treatment untuk mereka yg sudah menikah dan belom-pun juga berbeda. Vaksin HPV bisa langsung dilakukan hanya untuk pasien yang belum pernah berhubungan a.k.a belum pernah menikah. Untuk yang sudah menikah biasanya vaksin ini harus didahului papsmear.

Oiya, konon katanya sih habis vaksin ada efek sampingnya seperti pegal, mual, sesak napas, dan beberapa hal lainnya. Tapi alhamdulillaaaah sejauh ini saya merasa baik baik saja :))
So for every bride to be, jangan lupa vaksin HPV nya yaah! Nanti setelah vaksin akan dapet kartu. Di kartu itu ada pengingat kapan terakhir vaksin dan kapan harus melakukan vaksin lanjutan. Such a good reminder yaaah! :))

2 thoughts on “vaksin HPV”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *