walk in other shoes

dunia instagram yang ramai dengan foto-foto raisa hamish seminggu belakangan jadi inspirasi tulisan kali ini,
saya pribadi bukan seorang fans fanatik raisa ataupun hamish, saya hanyalah pengagum suara lembut dan ketulusan dalam bernyanyi seorang raisa yang liriknya seringkali pas dengan isi hati saya.
seminggu yang lalu dalam kebosanan perjalanan bakaeuhuni-merak saya mainan ig-story sekaligus keeping-up with the headline “pernikahan raisa hamish”, saya menemukan berbagai komentar kebaper-an, terharu, ataupun kebosanan dengan berita raisa hamish dimana-mana.
lah?
sejujurnya hak setiap warga neara untuk berpendapatn dan berkumpul tapi kok saya lebih pengen kasih saran kalo bosen mendingan nggak usah buka ig dan media sosial kamu aja ya dibanding ada ujaran kebencian yang memperlihatkan kamu sedang mengingingkan hal yang sama tapi nggak pernah bisa.
dibandingkan komentar, mendingan baca-baca buku novel kesukaan-mu dan minum kopi sembari puasa dari media sosial beberapa hari.
atau untuk kalian yang mau menikah, bukankah melihat banyaknya pernikahan yang ada disekitar bisa jadi itulah sumber inspirasi bridesmaid, groomsmaid, baju pengantin, atapun baju keluarga?
dengan semua orang menceritakan hal yang sama, saya jadi menemukan sisi lain dari seorang raisa, bahwa sebegitunya banyak orang yang mencintai dia~
dan kalau kamu salah satu yang tidak, ya cukuplah dengan diam tidak perlu menghujat ya~
disisi lain, banyak yang baper dengan video ketika ayah-nya raisa kasih wejangan dan “salam perpisahan” buat anak wedoknya yang mau dipinang.
saya sendiri termasuk yang terharu dan nangis lihat video itu, ketika ayah-nya dengan terbata-bata bilang “raisa permata hati-saya” dengan suara terbata-bata sembari ibu-nya mengelus punggung ayahnya agar tuntas menyampaikan pesannya kepada raisa.
saya yakin, semua anak baik perempuan ataupun laki-laki punya hak yang sama mendapatkan perlakuan seperti yang ayah-nya raisa dapatkan.
asalkan~ perlu diingat kembali
“sudah baikkah kamu kepada orang tua kamu? sudah cukupkah perhatian yang kamu berikan kepada ayah kamu? sudah sebesar itukah rasa sayang dan cinta yang kamu tunjukkan kepada beliau? sudah sebaik itukah perasaan kamu sampai kepada ayah kamu?”
mari kita merenung sendiri-sendiri akan hal tersebut, karena kita sendiri yang tau, apa yang sudah kita perbuat dan apa respon orang tua kita sejauh ini terhadap apa yang kita perbuat 🙂
karena sejauh ini setiap kali saya hadir di akad teman-teman saya, kedekatannya dengan keluarga membuktikan bagaimana seorang “dilepas” ketika menikah.
ke-baper-an lain ketika laudya chintya bella dinikahi seorang malaysia.
banyak banget komentar negatif tentang pria yang berhasil mempersuntingnya dengan statusnya dibandingkan dengan bella. saya kok miris ya lihat dan dengernya~ bukan karena saya seorang single tapi karena saya paham betul konsep bahwa Allah adalah pengatur dan pengeksekusi terbaik.
semua pasti punya mimpi ideal dan terbaik untuk dirinya, tapi ketika Allah bilang bukan itu yang baik. mau apa?
jangan selalu mencela orang lain dari sisi kamu, karena kamu tidak berjalan disisinya, you’re not in her shoes.
😉
ini cuma sharing saya supaya kita belajar untuk hidup damai dengan tidak banyak mencela.
happy sunday!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *